Tahun Kencana Setengah Abad STI 2026, Pengecoran Rupang Buddha Nusantara

Surabaya, harianradar.com – Pada tahun ini 2026 Saṅgha Theravāda Indonesia (STI) akan memasuki usia setengah abad. Sesuai dengan hasil Rapat Pimpinan II/2025, dibentuklah kepanitiaan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia dengan mengangkat tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”.

Dalam rangkaian menyambut Tahun Kencana ini, Panitia Nasional akan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang salah satunya adalah pengecoran
Rupang Buddha.

Dalam kesempatan ini, panitia berinisiasi melakukan pengecoran di berbagai pulau yang mewakili Nusantara.

Untuk kedepannya akan dikenal dengan sebutan Rupang Buddha Nusantara. Pada Mei 2025, ditemukan Rupang Buddha di reruntuhan kompleks Candi Sewu. Berdasarkan temuan ini maka Panitia menjadikannya sebagai prototipe dalam pembuatan Rupang Buddha Nusantara.

Perlu Diketahui, Prototipe Rupang Buddha Nusantara dengan mudrā (sikap tangan) Bhūmisparsa yang memiliki makna “Bumi sebagai saksi dari kumpulan kebajikan”.

Dalam proses pembuatannya, akan dikerjakan oleh seniman dari Amertha Art Studio yakni Sugito Sutarmin.

Upacara pengecoran Rupang akan dilaksanakan di berbagai pulau sebagai perwakilan Nusantara. Pulau Sumatra telah dilakukan di Kota Medan, Pulau Kalimantan di Kota Samarinda, Pulau Bali di Kota Denpasar, Pulau Sulawesi di Kota Palu, Pulau Jawa di Kota Surabaya tepatnya di Vihāra Dhamma Jaya dan yang terakhir akan dilaksanakan di
Daerah Khusus Jakarta.

Rupang Buddha bagi umat Buddha merupakan sarana untuk menumbuhkan keyakinan yang didasari pengertian benar, hidup bermoral, kemurahan hati, dan kebijaksanaan. Pengecoran Rupang Buddha Nusantara kelima dilaksanakan di Vihāra Vihāra Dhamma Jaya, Surabaya, Minggu 17 Mei 2026.

Logam yang digunakan dalam pengecoran ini sepenuhnya adalah donasi dari umat Buddha. Selain itu, dalam upacara ini umat juga turut bertekad dengan niat yang luhur disertai dengan lantunan doa (Paritta Suci) oleh para Bhikkhu yang hadir sebanyak ±40 Bhikkhu dari Saṅgha Theravāda Indonesia.

Wakil Kepala Saṅgha Theravāda Indonesia, Bhikkhu Sri Subalaratano Mahāthera menyatakan bahwa Rupang Buddha Nusantara ini menandai setengah abad Saṅgha Theravāda Indonesia sebagai Rupang Buddha yang berharga, monumental, serta historical.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan Dhammadesanā atau pesan Dhamma yang mengajak umat untuk memperkuat nilai kebajikan, persatuan, dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

Acara ini turut dihadiri sekitar 43 Bhikkhu Saṅgha, 15 Sāmaṇera, dan 15 Aṭṭhasīlanī, serta diikuti umat Buddha dari berbagai wilayah di Surabaya dan luar daerah. Pengecoran Rupang Buddha Nusantara Bhūmisparsa Mudrā menjadi simbol spiritual sekaligus warisan budaya keagamaan yang diharapkan dapat mempererat persaudaraan umat Buddha di Indonesia.

Secara terpisah, Bhikkhu Atthadhīro Thera, selaku Ketua Umum Pengecoran Buddha Rupang Nusantara mengatakan, Pembuatan Rupang Buddha Nusantara memiliki makna khusus sebagai penanda perjalanan 50 tahun Saṅgha Theravāda Indonesia dalam membimbing umat di Tanah Air.

“Proses pembuatan Rupang dilakukan secara nasional dengan melibatkan berbagai daerah agar umat Buddha di seluruh Indonesia dapat turut berpartisipasi. Karena ini skala nasional, maka setiap wilayah binaan ikut terlibat. Sudah dilakukan di Medan, Samarinda, Denpasar, Palu sekarang Surabaya dan di Jakarta pengecorannya di bagian kepala, “kata Bhikkhu Atthadhīro Thera.

Menurutnya rencananya, seluruh bagian Rupang yang telah dicetak di berbagai daerah akan dirangkai menjadi satu kesatuan utuh di Amerta Art Studio milik Sugito Sutarmin di Juwana, Pati.

“Rupang tersebut nantinya akan ditempatkan di vihara yang berada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai simbol perjalanan dan kontribusi Saṅgha Theravāda Indonesia,” terangnya.

Sementara, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Drs. Supriadi, M.Pd, menyatakan, dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai, momentum 50 tahun STI menjadi sangat bermakna dengan adanya pembuatan Rupang Buddha Nusantara mengangkat nilai sejarah dan budaya.

“Ada hal menarik dalam peringatan ini, yaitu pembuatan Rupang Buddha Nusantara diambil dari model yang ditemukan di Candi Sewu. Ini menjadi bagian dari upaya kita menghargai peradaban Buddha di masa lalu, bahwa proses pengecoran dilakukan dengan metode yang baik sebagai bagian dari ekosistem ibadah umat Buddha,” ucapnya. (Holil_Red)

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *