banner 468x50

Massa Aksi PKN Tuntut Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Bengkel CNC dan Printer di Dispendik Jatim

Massa Aksi PKN Tuntut Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Bengkel CNC dan Printer di Dispendik Jatim (foto:samsul-harianradar.com)
Massa Aksi PKN Tuntut Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Bengkel CNC dan Printer di Dispendik Jatim (foto:samsul-harianradar.com)
banner 768x50

Surabaya , – Pemantau Keuangan Negara (PKN) melakukan aksi turun jalan sekitar 100 massa dengan tujuan ke Komisi Informasi Publik (KIP) Jatim, Polda Jatim dan Inspektorat Jatim.

Perlu diketahui, u ntuk tuntutan pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan alat bengkel CNC dan printer Tahun Anggaran (TA) 2017 senilai Rp 16,9 miliar di Dinas Pendidikan ( Dispendik ) yang sudah diadukan ke Ditreskrimsus Polda Jatim pada tanggal 17 Juni 2022.

banner 450x50

Menurut PKN , kasus korupsi itu berpotensi merugikan negara keuangan sekitar Rp 1,5 miliar dengan modus mark up (penggelembungan harga barang) yang mana berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil bantuan dari Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim tanggal 11 Januari 2023 saat ini masih dalam pemeriksaan Inspektorat Provinsi Jatim atas permintaan Penyidik.

Tujuan pertama PKN ke KIP Jatim yakni mendesak pembentukan Majelis Etik atas laporan pelanggaran Kode Etik yang dilakukan oleh Ketua KIP Jatim karena tidak melakukan dan menyelesaikan sengketa dengan batas waktu 100 hari terhadap 17 permohonan penyelesaian sengketa yang diajukan oleh PKN, termasuk salah satunya Dispendik Jatim sebagai Termohon .

Pihak perwakilan KIP Jatim dalam audiensi nya berjanji akan segera memproses permohonan pengajuan informasi yang telah diajukan oleh PKN tersebut.

Lantas massa PKN digeser ke Mapolda Jatim. Tiba-tiba di sana, mereka melakukan orasi dan mengusut proses terkait dugaan korupsi di Dispendik Jatim.

Pak Polisi tolong tangkap koruptor di Dinas Pendidikan Jatim. Saya wali murid tidak terima dana pendidikan dikorupsi ,” teriak salah seorang emak-emak paruh baya yang mengaku berasal dari Sampang Madura.

Kurang lebih 15 menit kemudian, 5 perwakilan PKN diterima audensi dengan Penyidik ​​Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim yang menangani dugaan pelanggaran pelanggaran korupsi di Disependik Jatim atas aduan PKN itu.

Baca Juga  Respon Cepat Aduan Masyarakat, Panglima TNI dan Kapolri Luncurkan Hotline 110

“Penyidik ​​sudah responsif, profesional dan sesuai SOP,” ucap Arjun, Anggota PKN seusai audensi.

Sementara itu, AKP Ahmad Rudi, Penyidik ​​Subdit III Tipidkor yang mengantarkan perwakilan PKN memastikan sudah melimpahkan perkara ini ke Inspektorat Jatim pada tanggal 14 Desember 2022.

“Kami sudah meminta keterangan dari Penyedia, PPK, ULP, Staf Dispendik Jatim dan pengadu dari pihak PKN. Sampai saat ini kami belum menerima hasil pemeriksaan dari Inspektorat Jatim,” beber AKP Ahmad Rudi. 

Setelah mendapat jawaban memuaskan dari Penyidik ​​Subdit III Tipidkor, massa PKN dipindahkan ke kantor Inspektorat Jatim di Jalan Ngagel Jaya Tengah Surabaya. Sesampainya di sana, situasi sempat “panas”, karena Kepala Inspektorat Jatim, Helmy Perdana Putra menurut salah seorang stafnya sedang berada di urusan dinas Jakarta.

“Kami minta bukti tertulis kalau Kepala Inspektorat Jatim sedang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta. Kalian dibayar rakyat, kerjanya jangan lambat dan jangan lindungi koruptor,” seru massa PKN sahut-sahutan.

Untung personel pengamanan unras yang dipimpin langsung Kapolsek Gubeng Kompol Sodik Efendi berhasil meredam emosi massa PKN dengan sikap humanisnya.

Tak lama kemudian, perwakilan massa mendapat kesempatan audiensi dengan pihak Inspektorat Jatim. Sayangnya awak media dilarang masuk meliput audensi tersebut oleh sejumlah pengamanan dalam (pamdal) Inspektorat Jatim.

Selang 20 menit kemudian, perwakilan PKN keluar dari kantor Inspektorat Jatim. Anggota PKN, Zainul menyampaikan mereka ditemui oleh Agung, Auditor yang katanya sudah melakukan langkah-langkah pemeriksaan, namun hasilnya tetap akan diserahkan kepada Penyidik ​​Polda Jatim.

Zainul menjelaskan, Inspektorat Jatim baru membentuk tim pemeriksa perkara dugaan korupsi ini pada awal Januari 2023 dan sudah ada hasil sementara. Menurutnya, pihak Inspektorat Jatim menjanjikan awal Februari 2023 hasil pemeriksaan akan diserahkan ke Polda Jatim.

Baca Juga  Pasukan Pamor Keris Polres Pamekasan Gencar Operasi Prokes ke Cafe dan Pertokoan, Tekan Penyebaran Covid-19

“Kita akan kawal terus. Bila janji itu bukan mereka tapi, kita akan aksi turun jalan lagi dengan massa yang lebih besar,” tegasnya.

Sedangkan Kapolsek Gubeng Kompol Sodik Efendi bersyukur dalam penanganan aksi berjalan aman dan kondusif.

“Alhamdulilah kondusif. Terima kasih kepada semua pihak yang bersama-sama sudah membantu pengamanan aksi ini,” tutur ramah kepada awak media yang bertugas melakukan peliputan.

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *