Surabaya – Gelombang perlawanan terhadap kebijakan Pengosongan Kantor DKS telah dimulai. Puluhan Seniman Kota Surabaya berkumpul di Balai Pemuda untuk menggelar doa bersama dan aksi simbolik demi mempertahankan Kantor Dewan Kesenian Surabaya, Sabtu, 09 Mei 2026.
Ba’da Magrib, satu per satu seniman-seniwati Surabaya menampilkan karyanya, mulai dari kidung jawa, seni gerak tubuh, hingga aksi teaterikal. Pagelaran protes ini pun diramaikan oleh musik modern. Di penghujung acara, Para Seniman Surabaya secara simbolik memasang spanduk bertuliskan “Gedung ini Sedang Dalam Pengawasan Para Seniman Surabaya.”
Saat ditanya awak media, Taufik Monyong, koordinator pagelaran ini menyampaikan bahwa pemasangan spanduk tersebut adalah bentuk protes para seniman surabaya atas aksi pengosongan Pemkot Surabaya terhadap Kantor Dewan Kesenian Surabaya.
“Kalau kemarin aksi segel kantor DKS dilakukan secara sewenang-wenang oleh Satpol PP, sekarang ganti kami para seniman surabaya yang mengawasi Gedung Balai Pemuda.” Tegas Monyong.
Chrisman Hadi, Ketua DKS menerangkan bahwa pagelaran seni hari ini membuktikan bahwa dukungan terhadap Dewan Kesenian Surabaya nyata adanya. “Publik bisa menilai sendiri, kemarin rapat konsolidasi dihadiri ratusan seniman, sekarang jumlah seniman yang menghadiri pagelaran seni juga sama banyaknya.” Ujarnya.
Sebaliknya, Chrisman justru mempertanyakan legitimasi Dewan Kebudayaan Kota Surabaya bentukan Pemkot Surabaya. “Sekarang saya balik tanya ke teman-teman, yang katanya Pemkot bikin Dewan Kebudayaan Kota Surabaya, apakah mereka dapat dukungan dari seniman surabaya sebanyak kami ini.” Terang Chrisman Hadi. (Roni)