Pasar Atom Surabaya Jadi Pelopor Pengolahan Sampah Lewat Eco Enzyme dan Kompos

Surabaya – Peringatan Hari Bumi sedunia menjadi momentum penting bagi Pasar Atom Surabaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kolaborasi bersama komunitas Eco Enzyme Nusantara Surabaya, mengolah sampah menjadi Eco Enzyme serta pemanenan 120 L.

Kegiatan itu turut dihadiri ketua Eco Enzyme Nusantara Surabaya, Christiany Tanzil, Dirut Pasar Atom Mayjend TNI (Purn) bapak Halim Hermanto Drs Mayor Kasman Aroy, Laode, Sekcam bapak Rudi Hermawan S.T M.M mewakili Camat Pabean bapak Mohammad Januar Rizal S STP MSi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, ibu Satiah dan Yati, EEN Jatim, Komunitas EEN, Pahlawan Economi dalam pemanenan serta pembuatan ECO Enzim 120 L.

Kemudian team EEN Surabaya Margorukun, RWX ibu Henny Sulistyowati, Ketua EEN Jatim bapak Minoto, ibu Yustina Naning Mayfrins Rina, EEN Surabaya Bahagia Ayhao David EEN Surabaya bapak Tony Setiadi Yusuf Lestari Handayani, ibu Magdalena Amelia Margaretha Wilopo Padma Tya Wenny Harsono Nina Heri Budi EEN Sidodadi Hermin dan EEN Surabaya Atom bapak Soleh Agung Fauzi Rifky.

“Eco enzyme dikenal sebagai hasil fermentasi limbah organik seperti sisa buah dan sayur yang memiliki banyak manfaat. Selain membantu menjernihkan air, meningkatkan kualitas tanah, serta memperbaiki udara, cairan ini juga memiliki potensi untuk menunjang kesehatan manusia,” tutur Ketua EEN Surabaya Christiany, pada Rabu (22/04/2026).

Christiany menegaskan bahwa eco enzyme bukan sekadar produk olahan sampah, melainkan bagian dari gaya hidup ramah lingkungan. Ia menyampaikan bahwa ketika lingkungan terjaga, kualitas hidup manusia juga akan meningkat secara signifikan.

 

Inisiatif kompos bermanfaat langkah inovatif dilakukan sejumlah pengelola food court Pasar Atom dengan mengolah sisa makanan menjadi kompos. Upaya ini tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).

Setiap harinya, food court menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar, mulai dari nasi, sayuran, hingga sisa lauk. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini berpotensi menimbulkan pencemaran dan bau tak sedap. Namun kini, melalui program pengolahan kompos, limbah tersebut justru menjadi sumber manfaat baru.

Sementara itu perwakilan DLH Surabaya, Satiah Yati, mengungkapkan bahwa volume sampah di Kota Surabaya masih menjadi tantangan serius. Berdasarkan perhitungan teoritis, setiap warga menghasilkan sekitar 0,6 kilogram sampah per hari. Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar tiga juta jiwa, total produksi sampah di Surabaya diperkirakan mencapai 1.800 ton setiap hari.

Ia menekankan bahwa pengurangan sampah harus dimulai dari sumbernya melalui pemilahan dan pengolahan mandiri seperti yang dilakukan di Pasar Atom. Upaya ini dinilai efektif untuk menekan beban Tempat Pembuangan Akhir sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan pengolahan dan pemanenan 120 liter eco enzyme ini menjadi simbol bahwa langkah sederhana dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan. Kolaborasi antara Pasar Atom dan Eco Enzyme Nusantara Surabaya di Hari Bumi 2026 diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk mengelola sampah secara bijak (sul).

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *