DPRD Surabaya Desak Audit dan Proses Hukum Usai Lansia Tewas Terjatuh ke Lubang Galian Proyek Margorejo

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Surabaya, Alif Iman Waluyo
Sekretaris Komisi C DPRD Kota Surabaya, Alif Iman Waluyo

SURABAYA – Tragedi meninggalnya seorang lanjut usia (lansia) setelah terperosok ke dalam lubang galian proyek saluran air di Jalan Margorejo Indah memicu keprihatinan mendalam sekaligus kemarahan dari kalangan legislatif. Peristiwa yang merenggut nyawa warga tersebut dinilai sebagai alarm keras bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek infrastruktur di Kota Surabaya.

Komisi C DPRD Kota Surabaya menilai insiden tersebut tidak boleh dipandang sebagai kecelakaan biasa. Hilangnya nyawa warga di area proyek publik menunjukkan adanya dugaan kelalaian serius yang harus segera diusut secara menyeluruh.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Surabaya, Alif Iman Waluyo, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Namun di sisi lain, ia menegaskan bahwa tragedi tersebut harus menjadi momentum evaluasi besar terhadap sistem keselamatan kerja pada seluruh proyek pembangunan yang sedang berjalan.

Menurutnya, proyek galian yang berada di kawasan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi wajib dilengkapi pengamanan maksimal. Mulai dari pagar pembatas yang memadai, rambu peringatan yang mudah terlihat, hingga pencahayaan yang cukup pada malam hari.

“Duka yang dirasakan keluarga korban tentu menjadi keprihatinan kita bersama. Namun peristiwa ini juga harus menjadi peringatan serius bahwa keselamatan warga tidak boleh diabaikan dalam pelaksanaan proyek apa pun. Tidak boleh ada kompromi terhadap aspek keamanan publik,” ujar Alif, Senin (15/06).

Kantor DPRD Kota Surabaya
Kantor DPRD Kota Surabaya

Alif menilai terdapat sejumlah pertanyaan mendasar yang harus dijawab oleh pihak terkait, terutama mengenai pengawasan proyek dan penerapan standar keselamatan kerja di lapangan.

Menurutnya, jika benar seorang warga dapat terjatuh hingga kehilangan nyawa akibat kondisi proyek yang tidak aman, maka perlu ditelusuri siapa yang bertanggung jawab atas lemahnya sistem pengamanan tersebut.

Ia menegaskan bahwa alasan teknis tidak dapat dijadikan pembenaran ketika sebuah proyek berujung pada korban jiwa. Karena itu, evaluasi terhadap pelaksana proyek maupun instansi pengawas harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Publik berhak mengetahui apakah seluruh prosedur keselamatan telah dijalankan dengan benar. Jika ditemukan kelalaian, maka harus ada pihak yang bertanggung jawab. Jangan sampai peristiwa seperti ini dianggap sebagai kejadian biasa,” tegasnya.

Menyikapi insiden tersebut, DPRD Surabaya meminta Pemerintah Kota Surabaya melakukan audit menyeluruh terhadap proyek yang menjadi lokasi kejadian. Pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada kondisi lapangan, tetapi juga mencakup dokumen kontrak kerja serta rekam jejak perusahaan pelaksana proyek.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh anggaran yang dialokasikan untuk aspek keselamatan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan tidak mengalami pengurangan yang berpotensi membahayakan masyarakat.

DPRD juga mendorong keterlibatan aparat penegak hukum untuk menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Komisi C DPRD Surabaya menegaskan bahwa apabila hasil audit menemukan adanya pengurangan standar keselamatan atau pelanggaran prosedur yang dilakukan secara sengaja, maka proses hukum harus dijalankan tanpa pandang bulu.

Selain sanksi pidana, DPRD juga mendorong pemberian sanksi administratif yang berat terhadap perusahaan yang terbukti lalai, termasuk pencoretan dari daftar peserta tender proyek pemerintah di masa mendatang.

Alif menekankan bahwa pembangunan infrastruktur pada dasarnya bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, setiap proyek harus menjadikan keselamatan warga sebagai prioritas utama.

“Pembangunan tidak boleh mengorbankan keselamatan masyarakat. Setiap proyek harus menghadirkan manfaat dan rasa aman bagi warga. Jika ada kelalaian yang menyebabkan korban jiwa, maka harus ada tindakan tegas agar menjadi pelajaran bagi seluruh pelaksana proyek,” katanya.

DPRD Surabaya kini mendorong evaluasi total terhadap seluruh proyek galian saluran air yang sedang berlangsung di berbagai wilayah Kota Pahlawan. Langkah tersebut dianggap penting untuk memastikan tidak ada potensi bahaya serupa yang mengancam masyarakat.

Tragedi di Margorejo Indah menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari cepatnya proyek diselesaikan, tetapi juga dari seberapa besar keselamatan warga mampu dijamin selama proses pekerjaan berlangsung.

“Jangan menunggu muncul korban berikutnya baru bertindak. Keselamatan publik adalah kewajiban mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap pelaksana proyek. Evaluasi dan penegakan aturan harus dilakukan sekarang juga,” pungkas Alif.

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *