Kampus digital ini ternyata adalah satu-satunya pilihan Laila, lantaran sesuai dengan cita-citanya menjadi seorang _Public Speaking_ profesional.
“Sejak dulu cita – cita saya ingin menjadi _Public Speaking_ profesional seperti orang-orang yang terkenal di media sosial, yang membawakan berita, seperti itu,” ujar Laila.
Laila diterima sebagai mahasiswa baru (maba) kampus STIKOSA – AWS tahun ini, lewat _Geng Gemes_ (Gerakan Mengajak Sedekah}. Sebuah komunitas pegiat sosial di Surabaya.

Dikisahkan Laila, ia ditinggal wafat ayah dan bundanya sejak usia kanak-kanak. Sejak saat itu, Laila dan adiknya tinggal bersama kakek dan neneknya, di kawasan Karang Menjangan Surabaya.
Selama itu pula, Laila bersama adiknya diajarkan hidup mandiri lantaran penghasilan kakek dan neneknya yang berusia lebih dari 50 tahun, belum dapat mencukupi kebutuhan hidup mereka.





