banner 728x250

Tekan Gizi Buruk, Dinkes Sarankan Orang Tua Rutin ke Posyandu

banner 120x600

Bangkalan – DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan menunjukkan niat serius menangani kasus gizi buruk dan stunting atau gagal tumbuh pada anak. Penanganan tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergitas dari seluruh pihak, termasuk kesadaran masyarakat.

“Dalam percepatan penurunan serta pencegahan gizi buruk diperlukan koordinasi, sinergitas dan sinkronisasi dari pihak terkait agar pelaksanaannya dapat optimal,” ujar Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Bangkalan, Ariz Budiarto.

banner 325x300

Berdasarkan data pada elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (EPPGBM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan tahun 2021, sebanyak 729 balita mengalami gizi buruk. Data ini juga berdasarkan laporan dari setiap Puskesmas.

Menurutnya, meski terbilang ringan dan tidak mengalami gangguan kesehatan namun harus dilakukan perawatan secara intensif.

“Dari laporan 22 Puskesmas, hanya ada satu Puskesmas yang tidak menyumbang balita gizi buruk, yakni Puskesmas Banjar,” katanya.

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan memastikan kesehatan yang baik dan gizi yang cukup pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Selain itu, orang tua harus memperhatikan beberapa aspek diantaranya lingkungan yang sehat serta rajin melakukan imunisasi.

“Beberapa upaya tetap kami lakukan. Khusus pantauannya, kami lakukan di Posyandu. Jadi balita itu, kami harapkan rajin ke Posyandu, agar pertumbuhan dan gizinya terpantau,” pungkasnya.

 

Reporter : jamaluddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page