banner 728x250

Kejar Target dan Cuan! Nyawa Warga Dikorbankan: Proyek PT PP Jalan Nasional di Alur Bemban Jadi Jalur Maut, Abaikan Korban di RS

Proyek PT PP Jalan Nasional di Alur Bemban Jadi Jalur Maut, Abaikan Korban di RS
Proyek PT PP Jalan Nasional di Alur Bemban Jadi Jalur Maut, Abaikan Korban di RS
banner 120x600

ACEH TAMIANG –  Pekerjaan jalan nasional  Medan – Banda Aceh khususnya daerah alur Bemban, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang memakan korban. Proyek yang dikerjakan PT. PP diduga ambiguitas abaikan prioritas keselamatan kerja hingga menelan banyak korban jiwa dan luka-luka, Kamis (22/10/2026) pukul 07.40 pagi.

Pantauan di lapangan dan keluhan warga mengonfirmasi bahwa proyek ini mengabaikan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan yang paling mendasar. Minimnya papan informasi, absennya garis peringatan (safety line), serta tidak adanya rambu reflektor yang jelas membuat para pengguna jalan berkendara dalam kebutaan informasi.

banner 325x300

“Para pengendara dipaksa melintasi area konstruksi yang berbahaya tanpa adanya peringatan dini,” kata salah satu keluarga korban ke harianradar, Sabtu (24/10).

Demi mengejar target penyelesaian dan keuntungan korporasi, proyek pengerjaan jalan nasional tersebut berubah menjadi jebakan maut yang sangat meresahkan masyarakat. Kelalaian fatal yang kuat ini demi efisiensi biaya dan percepatan target ini terbukti dibayar mahal oleh darah warga.

Berdasarkan konfirmasi langsung dari masyarakat setempat, sudah ada 9 orang yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di titik dan lokasi yang sama hingga dibawa ke rumah sakit (RS). Area proyek yang seharusnya menjadi fasilitas publik, kini justru menjadi tempat evakuasi darurat.

Ironisnya, petaka ini tidak tebang pilih. Salah satu dari sembilan korban luka parah adalah Kepala Perwakilan (Kaperwil) Media harianradar, yang saat ini harus dilarikan dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Kota Langsa akibat benturan keras di lokasi proyek tersebut.

Sikap tidak berperi kemanusiaan ditunjukkan oleh pihak kontraktor pelaksana proyek tersebut, Meski kecelakaan beruntun telah menelan sembilan korban luka hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, pihak perusahaan terkesan menutup mata dan enggan menunjukkan iktikad baik.

“Hingga saat ini, warga setempat mengecam keras sikap dingin pihak manajemen proyek. Jangankan memberikan bantuan finansial, untuk datang membesuk atau sekadar melihat kondisi para korban yang tengah terbaring di rumah sakit pun belum dilakukan sama sekali,” ucapnya.

Sikap acuh tak acuh ini memicu amarah dan mencederai rasa keadilan masyarakat:

Ganti Rugi Materiil: Perusahaan harus memberikan kompensasi atas kerusakan kendaraan serta kehilangan pendapatan (cuan) yang dialami korban selama mereka tidak bisa bekerja.

Pemasangan Rambu Darurat: Mendesak penghentian sementara aktivitas proyek jika pihak pengembang belum memasang rambu peringatan yang jelas, garis pembatas yang aman, dan lampu penerangan yang memadai di malam hari.

Warga setempat mengecam keras sikap abai kontraktor dan pihak pengawas jalan nasional yang terkesan menutup mata. Mereka menuntut pertanggungjawaban penuh dan mendesak aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk segera menghentikan sementara proyek tersebut sebelum jumlah korban di jalur maut Alur Bemban kembali bertambah. Keselamatan nyawa publik tidak boleh dikalahkan oleh selembar kertas target dan hitung-hitungan keuntungan finansial.

Warga menegaskan bahwa jika tuntutan ini tetap diabaikan dan pihak kontraktor terus bersembunyi dari tanggung jawab, masyarakat tidak segan-segan melakukan aksi boikot di lokasi proyek serta membawa kasus kelalaian pidana ini ke jalur hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page