Jabar – Pada Senin, 11 September 2023, Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat menerima audiensi terkait permohonan pembangunan SMA Negeri Ciater dari Panitia Perintis SMA Negeri Ciater.
Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya, bersama dengan Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Sari Sundari, Enjang Tedi, dan Raden Tedi, menerima audiensi tersebut di ruang Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Wahyu Mijaya, dan jajaran stafnya juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Abdul Hadi Wijaya, yang akrab disapa Gus Ahad, menjelaskan bahwa Panitia Perintis SMA Negeri Ciater menanyakan mengenai tindak lanjut dari proposal pendirian SMAN Ciater yang telah disampaikan pada April 2020.
Mereka mendesak Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, agar masuk dalam daftar wilayah prioritas pembangunan unit sekolah baru (USB) di Jawa Barat.
Menurut Gus Ahad, Kecamatan Ciater selama ini menjadi daerah blank zonasi, menyebabkan kesulitan bagi anak-anak mereka untuk masuk sekolah negeri, khususnya SMA Negeri.
Gus Ahad menyampaikan bahwa sekolah negeri terdekat bagi masyarakat Kecamatan Ciater berada di Jalan Raya Cagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, dengan jarak sekitar 8 kilometer.
Namun, calon siswa-siswi dari Kecamatan Ciater mengalami kendala untuk masuk ke sekolah negeri melalui jalur zonasi. Oleh karena itu, masyarakat meminta agar pembangunan SMAN Ciater segera direalisasikan dan dimasukkan dalam daftar wilayah prioritas pembangunan unit sekolah baru.
Gus Ahad menjelaskan bahwa masalah ini telah didalami sejak tahun 2020, bahkan dilakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Ciater.
Kendala dalam membangun unit sekolah baru melibatkan aspek lahan dan pembangunan fisik, sehingga realisasinya membutuhkan alokasi anggaran selama dua tahun.
Dia juga menyampaikan bahwa masih banyak wilayah lain yang masuk dalam daftar daerah prioritas pembangunan unit sekolah baru.
Menurut data dari Dinas Pendidikan Jabar, Kecamatan Ciater tidak masuk dalam 16 wilayah prioritas pembangunan unit sekolah baru, bahkan tidak masuk dalam 20 besar.
Gus Ahad menekankan pentingnya inovasi dan terobosan pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini, mengingat masih adanya sekolah swasta di Kecamatan Ciater yang dapat menampung sebagian siswa.





