Kota Langsa, harianradar.com – Car Free Day (CFD) Pemerintah Kota Langsa kian menyedot antusiasme masyarakat. Minggu pagi, (9/8/2026) ribuan warga memadati kawasan Lapangan Merdeka menjadikan ruang publik tersebut semarak dengan berbagai aktivitas olahraga rekreasi hiburan hingga pelayanan publik.
Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan terus berdatangan bersama keluarga sahabat maupun komunitas. Kawasan Lapangan Merdeka pun berubah menjadi ruang aktivitas yang ramai dan hidup dengan warga mengikuti senam sehat jalan santai bersepeda jogging serta berbagai kegiatan komunitas.
Pemandangan tersebut menunjukkan bahwa CFD semakin diminati masyarakat sebagai salah satu pilihan untuk mengisi waktu libur akhir pekan. Suasana tanpa kendaraan bermotor membuat warga lebih leluasa beraktivitas sekaligus menikmati ruang publik dengan suasana yang aman nyaman dan menyenangkan.
Untuk mendukung kenyamanan masyarakat Pemerintah Kota Langsa menutup sementara sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan CFD di antaranya Jalan Protokol dan Jalan Cut Nyak Dhien hingga sekitar pukul 11.00 WIB. Kebijakan tersebut memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berolahraga dan berinteraksi tanpa terganggu lalu lintas kendaraan.
Tak hanya olahraga CFD juga semakin berkembang menjadi pusat interaksi sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat. Puluhan pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut dengan membuka lapak yang menawarkan aneka kuliner minuman fesyen hingga kerajinan lokal. Arus pengunjung yang terus berdatangan membuat suasana kawasan semakin semarak.
Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya penampilan live music yang menghibur pengunjung. Alunan musik berpadu dengan ramainya aktivitas warga menciptakan suasana akhir pekan yang hangat dan penuh kebersamaan.
Di tengah ramainya masyarakat, Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra bersama Wakil Wali Kota Muhammad Haikal Alfisyahrin dan keluarga turut hadir. Keduanya tampak berbaur dan bersilaturahmi dengan warga sekaligus menikmati suasana CFD bersama masyarakat.
Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menjadi tanda bahwa keberadaan ruang publik yang nyaman dan terbuka semakin dibutuhkan warga.
“Kita melihat sendiri bagaimana masyarakat semakin antusias hadir di CFD. Ini menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan ruang untuk berolahraga berkumpul bersama keluarga bersilaturahmi dan menikmati akhir pekan dalam suasana yang sehat dan nyaman,” ujar Jeffry.
Menurutnya, Pemerintah Kota Langsa akan terus mendorong agar CFD tidak hanya menjadi kegiatan olahraga tetapi berkembang menjadi ruang publik yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Kita ingin CFD ini bukan hanya sekadar olahraga. Di sini ada UMKM ada pelayanan publik ada hiburan dan berbagai kegiatan masyarakat. Jadi semua bisa mendapatkan manfaat dari pelaksanaan CFD,” katanya.
Pada pelaksanaan CFD kali ini, Pemerintah Kota Langsa melalui Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Langsa turut menghadirkan Gelar Pangan Murah (GPM) dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia Tahun 2026.
Berbagai kebutuhan pangan dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Di antaranya telur Rp42.000 per papanya cabai rawit Rp60.000 tomat Rp13.000 cabai hijau Rp31.000 cabai merah Rp31.000 bawang merah Rp31.000 bawang putih Rp30.000 serta ayam Rp26.000 per kilogramnya.
Wali Kota menyebutkan, kehadiran GPM merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Hari ini kita juga menghadirkan Gelar Pangan Murah. Tentunya dengan harga yang lebih terjangkau dari harga pasar. Ini kita lakukan agar masyarakat yang datang ke CFD tidak hanya berolahraga tetapi juga bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih murah,” jelasnya.
Pelayanan publik turut hadir di tengah keramaian CFD. Dinas Perhubungan Kota Langsa membuka layanan pendaftaran E-Parking. Layanan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sistem parkir digital yang lebih tertib modern dan transparan kepada masyarakat.
Selain itu, Dekranasda Kota Langsa turut menghadirkan stand yang menyajikan jajanan produk lokal. Sementara Kantor Imigrasi membuka layanan informasi dan pelayanan paspor sehingga masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan pemerintah di tengah suasana CFD.
Menurut Jeffry, hadirnya berbagai layanan tersebut merupakan bagian dari konsep CFD yang ingin terus dikembangkan Pemerintah Kota Langsa.
“Kita ingin CFD ini menjadi ruang publik yang benar-benar hidup. Masyarakat bisa berolahraga UMKM bisa berjualan produk lokal bisa dipromosikan dan pemerintah juga bisa menghadirkan pelayanan secara langsung kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menuturkan antusiasme masyarakat terhadap CFD terus meningkat dan kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin yang semakin berkualitas.
“Mudah-mudahan CFD ini terus kita tingkatkan. Bukan hanya ramai tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat baik dari sisi kesehatan sosial maupun ekonomi,” pungkasnya.
Dengan antusiasme yang terus meningkat CFD Lapangan Merdeka kini tidak sekadar menjadi agenda olahraga rutin setiap akhir pekan. Lebih dari itu CFD telah tumbuh menjadi ruang bersama bagi ribuan masyarakat untuk berolahraga bersosialisasi menikmati hiburan mendukung UMKM sekaligus mendapatkan pelayanan pemerintah.
Ramainya masyarakat setiap pelaksanaan CFD menjadi gambaran bahwa keberadaan ruang publik yang nyaman semakin dibutuhkan dan diminati warga.
Lapangan Merdeka pun menjelma menjadi salah satu titik berkumpul masyarakat Langsa pada akhir pekan menjelma jadi tempat kebersamaan, aktivitas sehat dan geliat ekonomi lokal bertemu dalam satu suasana.





