Lamongan – Kondisi memprihatinkan infrastruktur pendidikan kembali menjadi sorotan di Kota Tahu Campur, Kecamatan Karang Geneng Kabupaten Lamongan. Dalam agenda kunjungan kerja Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. Lia Istifhama, S.Sos., S.H.I., S.Sos.I., M.E.I., persoalan serius terkait kelayakan bangunan SD Negeri 1 Latukan disampaikan secara langsung oleh pihak sekolah.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat namun sarat keprihatinan, Kepala Sekolah SD Negeri 1 Latukan Lamongan, Nur Ahmad, mengungkapkan bahwa kondisi fisik sekolah telah dimakan usia dan membutuhkan penanganan segera demi keselamatan serta kenyamanan proses belajar mengajar para siswa.
Nur Ahmad menjelaskan bahwa secara umum, bangunan sekolah membutuhkan revitalisasi menyeluruh. Kondisi paling mengkhawatirkan berada di sisi timur gedung sekolah yang dinilai sudah sangat rapuh dan berisiko jika tidak segera diperbaiki.
“Gedung di sebelah timur ini kondisinya sudah sangat rapuh dan membutuhkan revitalisasi total,” ujar, Ahmad dengan nada penuh harap, pada Minggu (14/12).
Tak hanya itu, pihak sekolah juga menghadapi sejumlah persoalan lain, mulai dari atap bangunan yang perlu pembenahan, tembok yang mengalami kerusakan ringan, hingga ketiadaan mushola sebagai sarana ibadah dan pendidikan karakter bagi siswa.
“Kami juga belum memiliki mushola, padahal fasilitas ibadah sangat penting untuk pembentukan karakter anak-anak. Selain itu, pagar sekolah kami belum kokoh, sementara keamanan siswa adalah prioritas utama,” tambahnya.
Harapan Revitalisasi 2026 dan Evaluasi Lapangan
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SD Negeri 1 Latukan berharap agar sekolahnya dapat masuk dalam prioritas program revitalisasi mulai tahun 2026. Ia juga menekankan pentingnya metode penilaian yang lebih objektif dalam proses pengajuan bantuan.
Menurutnya, pengambilan keputusan tidak seharusnya hanya berlandaskan data administrasi seperti Dapodik, tetapi perlu didukung oleh peninjauan langsung ke lapangan.
“Kami berharap tim terkait turun langsung melihat kondisi riil sekolah kami. Dengan melihat langsung kerapuhan bangunan, ketiadaan mushola, dan kondisi pagar, urgensi revitalisasi ini akan jauh lebih terasa,” tegas Nur Ahmad.
Lia Istifhama Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Pendidikan
Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama menyatakan komitmennya untuk mengawal permasalahan infrastruktur pendidikan yang menyangkut keselamatan dan masa depan anak bangsa.
Senator asal jatim yang akrab disapa Ning Lia menegaskan bahwa kondisi sekolah yang rapuh bukan sekadar persoalan fasilitas, melainkan menyangkut hak anak untuk belajar di lingkungan yang aman dan layak.
“Aspirasi ini menjadi catatan penting bagi kami di DPD RI dan akan segera ditindaklanjuti melalui jalur kelembagaan di pusat,” tegas Ning Lia.
Menurutnya Ning Lia, negara tidak boleh abai terhadap kondisi sekolah dasar yang menjadi fondasi utama pendidikan generasi penerus bangsa.
Kunjungan kerja ini menjadi pengingat bahwa masih banyak sekolah di daerah yang membutuhkan perhatian serius. Aspirasi dari SD Negeri 1 Latukan mencerminkan suara banyak sekolah lain yang berharap kehadiran negara dalam memastikan pendidikan yang aman, nyaman, dan bermartabat.
DPD RI diharapkan dapat menjadi jembatan efektif antara daerah dan pemerintah pusat, agar program revitalisasi sekolah benar-benar tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan riil di lapangan.





