Surabaya – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) bersama Relawan Eco Enzyme Nusantara Surabaya menyelenggarakan panen pembuatan relaksasi rendam kaki dan Penyemprotan di TPS Pasar Atom Mall Surabaya.
Dari penyemprotan tersebut, berdampak kurangnya bau sampah serta berkurangnya banyak hewan-hewan seperti lalat yang hampir tidak ada atau punah.
Hal itu merupakan rutinitas penyemprotan dengan menggunakan Eco Enzyme di Pasar Atom Mall Surabaya, pada Kamis (14/03/2024) lalu.
Turut hadir dan mendukung dalam kegiatan sosialisasi Eco Enzyme tersebut Direktur Utama Pasar Atom Mall Bpk Mayjend TNI Marinir Purn Halim A Hermanto yang diwakili oleh Bpk Kasman Roy dan Bpk Lauday beserta Crew.
Ketua Penyelenggara Eco Enzyme Surabaya Christiany Tanzil menyampaikan sampah organik yang ada di rumah ternyata memiliki banyak manfaat apabila diolah dengan cara yang tepat bisa mengurangi beban sampah di TPS dan TPA serta mencegah pemanasan global.
Selain itu juga bisa menjadi pupuk, atau kompos, dari sisa sampah organik yang bisa dijadikan Eco Enzyme.
Terlebih lagi bonus Eco Enzyme dapat berguna sebagai bahan untuk cairan pembersih rumah serbaguna mulai dari membersihkan alat rumah tangga, pakaian, penyegar udara alami serta menjernihkan air untuk cara membuat Eco Enzyme pun sangat mudah ungkap Christiany.
Christiany mengatakan Eco Enzyme adalah cairan alami serba guna yang merupakan hasil fermentasi dari campuran gula dan sisa kulit buah serta sayur serta air dengan perbandingan 1:3:10.
Eco Enzyme diperkenalkan oleh Dr Rosukon Poompamvong dari Thailand dan dikembangkan oleh Dr Joean Oon dari Malaysia.
“Gagasan mengolah enzim dari sisa sampah organik yang biasanya hanya berakhir ditempat sampah kini jadi bermanfaat sebagai pembersih organik” kata Christiany.
Christiany menuturkan Eco Enzyme ini sangat ramah lingkungan juga mudah dibuat dan praktis digunakan, Pembuatan Eco Enzyme hanya membutuhkan air, gula makanan mikroba dan Sisa sampah organik.
“Karena alami dan bebas dari campuran zat kimia Eco Enzyme mampu mengurangi bahan-bahan kimia, pestisida serta tidak berbahaya bagi manusia maupun lingkungan. Bahkan kandungan Enzyme dalam Eco Enzyme disebut-sebut bermanfaat untuk perawatan kesehatan sektor makanan dan bahan kimia industri lainnya’jelasnya.
Disamping itu ungkap Christiany Eco Enzyme juga dapat dimanfaatkan utuk penyubur tanaman sebagai pestisida alami hingga membersihkan air yang tercemar.
Cara membuat Eco Enzyme. Jika Anda ingin beralih dari penggunaan bahan- bahan kimia ke alternatif yang lebih alami Eco Enzyme adalah pilihannya.
Selain alami dan tidak menimbulkan resiko berbahaya membuat Eco Enzyme sama halnya Anda telah mengurangi produksi limbah atau sampah rumah tangga.
Cara membuat Eco Enzyme sendiri di rumah Anda hanya perlu menyiapkan sisa sampah organik yaitu sisa sayuran dan kulit buah apapun yang masih segar bersih dalam kondisi baik tidak keras dan bukan hasil dari pemasakan dan bahan- bahan lain yang dibutuhkan.
Berikut cara pembuatannya untuk alat dan bahan yang harus disiapkan membuat Eco Enzyme adalah.
Gula yang digunakan adalah gula merah, gula aren, Molase, yang tidak disarankan gula pasir karena dalam proses produksi dilakukan proses bleaching dengan menambah bahan anorganik yang mengganggu aktivitas mikroba sedangkan gula aren gula merah gula molase masih mengandung beberapa komponen bioaktif seperti terponoid, flavonoid dan lain- lain Dimana proses fermentasi menghasilkan senyawa yang lebih sederhana yang punya. aktifitas fungsional lebih baik dan akan melengkapi kandungan yang dimiliki bahan organik (kulit buah dan sayur) maka bisa diaplikasikan juga di industri dan lain- lainnya. Air bisa menggunakan sumur PDAM hujan yang langsung ditampung maupun air sisa buangan AC yang diendapkan selama 2×24 jam Untuk air galon bisa juga
Langkah membuat Eco Enzyme.
Pastikan wadah yang digunakan telah bersih dan disarankan bahan plastik karena kuatir meledak yang disebabkan fermentasi bulan pertama yang ada nya gas methan dan kalaupun dari logam bisa korosi.
Setelahnya isi dengan air 10 bagian kemudian gula 1 bagian diaduk hingga campur lanjut masukkan bahan- bahan organik (sisa sampah organik) 3 bagian Jadi perbandingan 10:1:3. Kemudian tutup rapat kedap udara.
Bila dalam 30 hari wadah kembung maka boleh dibuka untuk mengeluarkan gasnya kemudian tutup kembali rapat- rapat dan jika tidak kembung maka jangan dibuka.
Setelah itu letakkan pada tempat dengan sirkulasi udara yang baik dan tidak terkena sinar matahari secara langsung hindari tempat yang lembab dan radiasi.
Tanda Eco Enzyme yang berhasil adalah aromanya asam segar khas fermentasi tidak berbau membusuk untuk PH dibawah 4.
Hasil akhir adalah cairan berwarna kecoklatan warna tergantung jenis gula dan bahan organik (jenis kulit buah dan sayur). Waktu pembuatan Eco Enzyme yakni 90 hari di wilayah tropis dan 6 bulan di wilayah subtropis.
Demikian cara membuat Eco Enzyme cairan serba guna dari sampah organik yang mempunyai beragam manfaat.
Kami sangat berterima kasih atas semua dukungan dan bantuan terlebih oleh pihak Pasar Atom Mall dalam mensukseskan Peringatan Hari Sampah Nasional (HPSN) bersama Relawan2 Eco Enzyme Nusantara Surabaya Indonesia.
Untuk harapan di tahun 2024, seluruh xx mcasyarakat mau turut berpartisipasi menggalakan demi menjaga Bumi kita yang Tercinta ini.





