banner 468x60

Ketua PKN Bangkalan Memberikan Jawaban Adanya Pro-Kontra Jalan Rabat Beton Di Desa Bejeman

banner 468x60

Bangkalan – Jalan merupakan akses sangat penting bagi keberlangsungan masyarakat di wilayah masing-masing, tidak terkecuali untuk Dusun Padangdang, Desa Bajeman, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Namun niatan baik Pemerintah Desa membangun Jalan Rabat Beton dengan Volume 141X2,50X0, 15.m, Dusun Padangdang dengan menggunakan Anggaran DD 2023 justru menuai pro-kontra atau polemik bagi masyarakat, Sabtu (29/10/ 2023)

Imam selaku Ketua PKN, Saat melakukan Investigasi ke lokasi yang pertama 98.m, terus yang kedua 44.m, Jalan Rabat Beton yang baru saja selesai dikerjakan di Dusun Padangdang sesuai dengan pantauan dilokasi memang sudah sesuai RAB.

banner 604x812

” Kami tidak tau persis proses pembuatan jalan itu seperti apa dan harus bagai mana, namun kita ketahui bersama bahwa jalan tersebut belum pernah dilalui oleh kendaraan roda empat. Akan tetapi kami kira dengan dana yang mencapai Rp 100.076.000,- lebih jalan rabat beton ini benar-benar kokoh dan tidak mudah rusak” ungkap Imam sapaan akrabnya.

Berangkat dari informasi tersebut awak media coba melakukan pendekatan guna mencari kebenaran atau tanggapan Kepala Desa Bajeman “Holilur Rohman”, terkait adanya keluhan masyarakat tersebut. Kami mencoba menghubungi Kepala Desa melalui media (WhatsApp) , Namun karena Nomor WhatsApp yang dihubungi Kepala Desa tidak bisa dan tidak ada jawaban, kami mendatangi kediaman Ketua LSM PKN “Imam” Untuk meminta suatu tanggapan atau keterangan

Imam Selaku Ketua PKN pada saat diminta konfirmasi justru memberikan fakta dilapangan dengan adanya berita di media sosial (medsos), itu tidak benar adanya terkait keluhan masyarakat.Tegas Imam

” Masyarakat yang mana pak, Masyarakat itu banyak” ungkapan Imam dengan nada tinggi kepada pewarta Media ini, guna menghindari keluar kata-kata yang tidak etis dan menjaga kode etik profesi perwata meninggalkan kediaman Imam Ketua PKN.

Bapak Imam menegaskan Menjelang berlangsungnya Pemilu 2024 , upaya adu domba antar kelompok mulai bermunculan, terutama melalui media sosial. Oleh karena itu, masyarakat diminta harus selalu cerdas saat “bergaul” dengan medsos dan media konvensional, jangan langsung mempercayai pemberitaan miring yang belum tentu benar dan tanpa adanya data lengkap (Konfirmasi) terlebih dahulu sebelum membuat suatu berita.

Media sosial ataupun LSM seharusnya menjadi mitra pemerintah dalam mengedukasi masyarakat, bukan justru memprovokasi masyarakat dengan menebar pemberitaan bohong (Hoax) seperti itu. Media dan LSM semestinya mengawal proses berjalannya pekerjaan yang dilakukan pemerintah Desa (Bajeman) Bukan justru mengadu domba masyarakat dengan pemberitaan provokatif. Pungkasnya

banner 468x60
banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 468x60