Surabaya – Berkendara di Jalan yang mulus tentu akan memberikan kenyamanan masyarakat khususnya Kota Surabaya ketika berkendara, apalagi masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya lubang di Jalan Raya.
Hal ini umumnya sulit ditemui di jenis Jalan aspal terutama di Jalan protokol, Namun dengan adanya jenis jalan beton, kenyamanan berkendara tersebut bisa digunakan untuk lalu lalang khususnya masyarakat Kota Surabaya, Jawa Timur
Jalan beton sendiri memiliki tingkat kekerasan yang lebih baik, dibandingkan jenis jalan aspal dan jarang sekali mengalami kerusakan.
Salah satunya, pembangunan jalan beton yang dikerjakan di lokasi Dupak Rukun, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, Jawa Timur.
Pantauan awak media dilokasi, proses pengerjaan beton dilokasi itu aspal yang masih menempel tidak di keruk dulu menjadi tanah, pengerjaannya tersebut langsung di kerjakan di proses menjadi beton. Apalagi pekerja (tukang) dalam bekerja abaikan Keselamatan kerja (K3S).
Pemenang tender pekerjaan beton tersebut di menangkan oleh PT Gorga Marga Mandiri berkantor di Jalan Darmokali no. 65 Surabaya, dengan pagu 15.322 Milyard Rupiah
“Aspal dan beton itu tidak akan pernah menyatu menjadi satu, aspal sendiri terbuat dari cairan, dan beton tersebut terbuat dari pengecoran.” Kata seorang pria yang enggan disebutkan namanya, senin (28/09) pagi
Hal itu, Lanjut pengamat menjelaskan, Kualitas dan kwantitas pekerjaan beton tersebut perlu di pertanyakan? Berapa tahun kemampuan beton yang berada di Jalan Raya Dupak Rukun tersebut.
“Pekerjaan yang dikerjakan seperti itu (Tidak di Keruk Dulu) tidak dibenarkan.” Jelasnya
Terpisah, saat dikonfirmasi Hariyanto sebagai pelaksana PT Gorga Marga Mandiri terkait pelaksanaan teknis pengerjaan beton tersebut iya mengatakan, “Lak aku jawab koyok ngunu, aku ga ero mas (Lak aku jawab seperti itu tidak tau mas).” Ujar Hariyanto, Senin (28/08) sore
Lanjut Hariyanto mengatakan, “Bos saya tak suruh kesini ternyata dia (Bos) ada di kantor pusat sekarang.” tambahnya
Selanjutnya, awak media mengkonfirmasi kepada Kepala bidang Bina marga namun iya enggan berkomentar alias bungkam
Perlu diketahui, proses pembangunan jalan beton itu, sebelumnya dibangun menjadi jalan, tentu lokasi yang akan dibangun harus bersih, dari berbagai batuan besar, kayu dan berbagai jenis kotoran lainnya.
Berbagai hal tersebut bila dibiarkan tentu akan mempengaruhi kepadatan lapisan beton, usai lokasi dibersihkan maka proses selanjutnya adalah pemadatan tanah yang akan dijadikan jalan.
Proses Pemadatan ini harus dilakukan dengan baik agar nantinya tidak ada tanah yang lebih miring, tidak ratanya lapisan tanah dapat mempengaruhi tingkat kerataan permukaan jalan.





