Surabaya – Hengki Siswoyo selaku ayah korban Noel Bryan (19) mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh orang tua terlapor secara sepihak.
“Itu kurang mendasar. Kalau dia ngomong dari sisi anaknya, saya juga bisa. Kalau dari anak saya, malah yang ngejar itu terlapor dalam hal ini anaknya,” ujar Hengki, saat memberikan keterangan secara tertulis, pada Kamis (22/06/2023).
Hengki menyebut, “Kalau dibilang perkelahian, ya gak lah. Kan anak saya tidak membalas sama sekali.” Imbuh, Hengki.
Pihaknya Hengki juga menuturkan, bahwa seminggu setelah dilaporkan peristiwa tersebut. Menurut pengakuannya mengatakan bahwa saat mendatangi TKP yakni JW Throne Surabaya, yang berlokasi di jalan Hayam Wuruk No.6, Sawunggaling, Kec. Wonokromo. Guna mempertanyakan cctv, sebagai bentuk kejelasan persoalan.
“Waktu itu saya selaku orang tua berupaya menggali informasi dengan mempertanyakan CCTV di cafe, namun oleh pihak cafe mengatakan tidak bisa harus bersama pihak kepolisian.” Ujarnya.
Masih Hengki. “Hal itu selang beberapa hari, saya koordinasikan ke Polrestabes Surabaya. Dan dihadiri kurang lebih 6 (enam) perwira yang turut di TKP. Namun oleh pihak management mengatakan bahwa rekaman Vidio di CCTV diduga sudah otomatis terhapus.” Ungkap Hengki menirukan ucapan dari pihak manajemen JW Throne Surabaya.
“Jadi, menurut saya. Sebagai orang tua, kita sama-sama harus obyektif. Jangan sepihak. Jangan merasa paling benar. Toh kasus ini kan sudah ada di tangan Kepolisian.” pungkasnya.





