Surabaya – Untuk mengantisipasi terjadinya konflik antar perguruan silat, Kapolsek Lakarsantri Polrestabes Surabaya, menggelar kegiatan rapat koordinasi bersama tiga pilar seluruh kecamatan Sambikerep di Ruang Konsultasi Mapolsek Lakarsantri Surabaya, pada Senin (22/05/2023).
Diketahui, dalam rapat koordinasi tersebut yang dipimpin langsung Kapolsek Lakarsantri Surabaya, Kompol Hakim serta didampingi Camat Sambikerep Iin Trisno Ningsih, Danramil Lakarsantri yang diwakili oleh Serma Roni dan para ketua ranting pencak silat Sambikerep Surabaya.
Kompol Hakim Kapolsek Lakarsantri Surabaya dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan rapat koordinasi ini merupakan perintah dan kebijakan dari bapak Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce dalam rangka untuk menjaga Harkamtibmas di wilayah hukum Polsek Lakarsantri Surabaya.
“Sehubungan dengan dilakukan rapat koordinasi tersebut, pada akhir-akhir ini sering terjadi aksi tawuran antar perguruan silat,” ungkap Kompol Hakim.

Kompol Hakim menjelaskan, kami meminta kepada seluruh pengurus perguruan silat seluruh kecamatan Sambikerep Surabaya, agar tidak melaksanakan kegiatan yang sifatnya mendatangkan massa yang menggangu masyarakat Kota Surabaya.
“Khususnya warga perguruan silat seluruh kecamatan Sambikerep Surabaya, baik itu dalam bentuk seperti latihan bersama maupun kegiatan lain halal bihalal,” jelas Kompol Hakim.
Kompol Hakim memaparkan, dalam kesempatan rapat koordinasi tersebut para pengurus perguruan pencak silat seluruh kecamatan Sambikerep bersama dengan tiga pilar Polsek Lakarsantri sepakat menandatangani surat pernyataan komitmen bersama.
“Yang mana dalam surat tersebut ada 6 point yang intinya seluruh pengurus perguruan silat seluruh kecamatan Sambikerep Surabaya, harus ikut bertanggungjawab menjaga keamanan dan ketertiban bersama di kota Surabaya,” tutur Kompol Hakim.
Sementara itu, Camat Sambikerep Iin Trisno Ningsih menambahkan, kami meminta kepada para pengurus perguruan silat seluruh kecamatan Sambikerep, “Untuk tidak mudah terprovokasi terhadap hal-hal yang belum jelas yang memancing terjadinya aksi tawuran,” pungkasnya.





