“Selama kami (APMP Jatim) melakukan investigasi ikhawal dugaan penyelewengan dana BOS yang tidak sesuai dengan RKAS bahkan syarat manipulatif dalam laporan pertanggung jawabannya. Dalam konteks dana BOS menjadi sektor empuk untuk dana bancakan, seperti mark up, laporan fiktif, keperluan pribadi, setor uang administrasi, mark up jumlah siswa, serta kesepakatan gelap,” ucap Acek saat ditemui di Hotel Elmi Surabaya, Kamis (09/03/2023).
“Kami telah melakukan audiensi dan aksi demonstrasi terhadap dinas pendidikan provinsi Jawa Timur, Kepala Cabang Dinas di Surabaya. Akhirnya APMP Jatim sepakat akan melakukan konsolidasi Akbar yang bertujuan menyikapi persoalan kondisi Jatim sekarang ini sedang tidak baik-baik saja,” sambungnya.
Selain itu, Acek juga mengatakan, dimana kasus korupsi yang menimpa anggota DPR, sekaligus dugaan kuat keterlibatan OPD dan ini menjadi PR besar bagi teman-teman Stakeholder di APMP Jatim
“Atas hasil konsolidasi Akbar ini, sepakat akan melakukan aksi demonstrasi secara masif sekaligus dengan LSM lainnya untuk meluruk dinas pendidikan provinsi Jawa Timur menyoal terkait dengan dugaan keterlibatan Wachid selaku kepala dinas dan dugaan pungli yang dilakukan beberapa lembaga sekolahan yang ada di Jawa Timur,” katanya.