Surabaya – Sebagai salah satu upaya untuk mencapai SDGs khususnya untuk mendorong model bisnis alternatif serta rantai nilai (makanan laut) yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan menguntungkan petani perempuan kecil, pengusaha perempuan muda, perusahaan, dan pemerintah, Oxfam di Indonesia bekerja sama dengan International NGO Forum On Indonesian, pada 14 – 15 Desember 2022.
Development (INFID), Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK), Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP51), INSTELLAR, Konservasi Indonesia (KOIN) dan pemangku kepentingan lainnya mengadakan
“Konferensi Makanan Laut yang Berkelanjutan dan Bertanggung Jawab” di Surabaya, tanggal 14-15 Desember 2022.
Menurutnya, ini terutama ditujukan untuk menciptakan peluang dalam mempromosikan inklusi ekonomi perempuan yang menghormati prinsip-prinsip bisnis dan hak asasi manusia.
Diskusi juga diharapkan mampu menggali solusi potensial bagi pembudidaya/nelayan skala kecil agar lebih terbantu dalam mengaksesbpasar hingga skala global yang lebih dinamis, bahkan mampu menawarkan produknya kepada konsumen akhir.
Konferensi yang dilaksanakan di Hotel Platinum Surabaya ini dihadiri oleh kurang lebih 75 peserta dari berbagai institusi pemerintah, perusahaan swasta, akademisi, mahasiswa, media serta organisasi masyarakat sipil.
Konferensi dibuka pagi ini dengan sambutan dari Acting Country Director Oxfam di Indonesia, yang dilanjutkan dengan sambutan pembuka dari Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, yang diwakili oleh Kepala Balai Budidaya Air Payau Situbondo – Bapak Boyun Handoyo.
Kepala Balai Budidaya Air Payau Situbondo Bapak Boyun Handoyo mengungkapkan, dalam konferensi hari pertama pada 14 Desember, ada beberapa tema yang akan didiskusikan, di antaranya “Perspektif Buyers dan Eksportirs Mengenai Persyaratan Berkelanjutan dan Sertifikasi”, ungkap Boyun Handoyo .
“Perubahan Iklim dan Bisnis Udang”, “Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di Industri Seafood,” kata Boyun Handoyo
“Program Sertifikasi dan Verifikasi yang Aksesibel dan Terjangkau”, dan akan ditutup dengan “Sharing dari Perwakilan Produser Seafood Skala Kecil” Jelas Boyun Handoyo.
Sementara itu Boyun Handoyo, pada Kamis 15 Desember, akan ada sesi tentang “Mendorong Sektor Seafood yang Inklusif dan Berkelanjutan: Mengapa Perempuan dalam Rantai Nilai Penting?”.
Seafood 2022 ini merupakan salah satu upaya kolaboratif antara Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), Perusahaan Swasta, Pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan sebagai komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals SDGs), untuk mendorong inisiatif multipihak untuk mewujudkan transformasi yang signifikan.
Hal ini terutama diwujudkan dalam Tujuan 17 SDGs: “Kemitraan untuk Tujuan”. Partisipasi
Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) sangat penting dalam mencapai SDGs melalui pembentukan kemitraan yang baik, termasuk mempromosikan rantai nilai yang inklusif dan berkelanjutan untuk kepentingan perempuan, masyarakat, dan petani skala kecil.
Selain OMS, sektor swasta juga diakui sebagai mitra kunci dalam mencapai SDGs yang diadopsi secara universal.
Peran yang dimainkan oleh sektor swasta dalam pembangunan meluas dari pendekatan tradisional yang mendukung pembangunan ekonomi hingga pembentukan kemitraan publik-swasta yang lebih komprehensif dan terperinci.





