Maulid Nabi di Masjid Nurul Hikmah Desa Glisgis Modung Bangkalan Tradisi Dari Rebutan Buah Hingga Tabur Duit

Basori menambahkan dari semua warga yang terdiri dari bapak-bapak, remaja, anak-anak dan para kaum wanita yang ikut memeriahkan acara sakral tersebut terlihat antusias.

“Semoga masyarakat Desa Glisgis diberikan kesehatan dan rezeki yang melimpah oleh Alloh SWT, agar setiap tahun senantiasa bisa merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Bulan Maulid ini juga kerap disebut ‘lebarannya anak-anak’. Ketika ada undangan maulid, mereka akan duduk paling depan, mengerumuni tumpeng buah. Begitu kiai selesai melafalkan doa, mereka akan saling berebut buah incaran hingga tertindih-tindih.

“Biasanya, maulid ini dimulai sejak pagi. selain berebut buah, ada tradisi lain yaitu tabur duit. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa, lelaki dan perempuan, muda mudi, juga ikut rebutan,” terangnya.

Basori berharap untuk tahun-tahun yang akan datang acara perayaan ini bisa lebih meriah. “Semoga lebih samangat lagi ummat islam yang memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, atau malam suci ini. Selain sebagai ekspresi rasa syukur atas kelahiran Rasulullah SAW, substansi dari peringatan Maulid Nabi adalah mengukuhkan komitmen loyalistas pada beliau,” ungkapnya.

Reporter: Akbar

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *