Jember – Walaupun usia senja tak menyurutkan semangat sosok seorang nenek yang biasa dipanggil. Nyai Sol dalam mengais sebuah rezeki, dengan membuka jasa pijat bayi di Rumah Desa Tamansari, Kabupaten Wuluhan, Jember. Jawa Timur.
Kasih sayang yang diberikan lansia berusia (70 tahun) ini dalam memijat para bayi selalu ia tunjukkan kepada para pelanggannya. Hanya dengan melihat dan mengurut secara pelan pada bayi, Nyai Sol sudah dapat mengira masalah yang terjadi pada tubuh sang bayi.
Perlu kita ketahui, Sambil mengurut sang bayi di depan rumah teras miliknya, dengan ditemani orang tuanya, beliau dengan sabar menghadapi sang bayi. Meski dia memiliki sedikit masalah dalam melakukan aktivasi berjalan, ia tetap totalitas memberikan pelayanan pada pelanggannya. Karena tak hanya memijat, beliau juga memberikan beberapa “wejangan” kepada orang tua agar bayinya dapat lebih sehat.
Ia mengatakan, Saya sudah bekerja menjadi tukang pijat bayi, lebih dari 35 tahun. Untuk cara atau Ilmu memijat bayi, saya dapatkan dulu dari titisan sang ibunya yang diturunkan kepada saya.
“Ya,,, buka setiap hari. Mulai dari pukul 06.00 Wib pagi, para pelanggan biasanya sudah mulai datang. Setiap harinya Nyai Sol bisa menerima 5 sampai 7 pelanggan yang datang tidak hanya dari kalangan masyarakat desa Tamansari Jember saja, biasa pelanggan sampai Surabaya juga kesini,” ujarnya yang akrab disapa Nyai Sol ini, saat ditemui media Harianradar.com di kediamannya pada Sabtu, (14/05/2022).
Dari itu Nyai Sol merincikan, Kalau masalah tarif saya tidak pernah menarget (mematok.red), pada pelanggannya “Sak Ihklase Cong” biasanya pelanggan memberikan uang Rp. 10.000 sampai dengan Rp.15.000. Ribu rupiah. Saya tetap bersyukur karena itu rizki dari Allah yang diberikan kepada kita.
“Saat memijat, menggunakan minyak telon serta sedikit ramuan (bobok) yang ia buat sendiri yang dioleskan ke tubuh sang bayi. Ramuan (bobok) itu terbuat dari beras, kunir, bawang, brambang, dan daun sangket,” urainya.
Sambil menunggu antrian salah satu pelanggan setia bernama, Fitriana (28) dari Sumberboto yang saat itu sedang memijat kan buah hatinya mengaku, sudah menunggu dari pukul 06.30 Wib. Ia merupakan pelanggan kedua hari itu. Fitriana yang memiliki dua anak itu telah sejak lama menjadi pelanggan, sejak anak pertamanya.
Ia rela jauh-jauh ke Desa Tamansari Jepangan karena kalau pijat di Nyai Sol lebih rata ke semua tubuh bayi.
“Saya sudah dari pukul 06.30 Wib, saya pelanggan kedua hari ini. Kalau pijet di Nyai Sol itu rata gak kayak di tempat lain dan setelah dipijat tidurnya juga nyenyak (angler.red). Saya udah langganan sejak anak pertama sampai dengan anak saya yang kedua,” pungkasnya.





