Surabaya – Sebagai upaya dalam meraih keberhasilan percepatan penurunan Stunting di Indonesia, BKKBN Provinsi Jawa Timur, meraih predikat yaitu WBBM dari Kementerian PAN RB.
Dikatakan, Inspektur Utama (Irtama) BKKBN RI, Ari Dwikora Tono, AK, M.Ec.Dev. BKKBN Jawa Timur saat ini meraih predikat tertinggi dari Kementerian PAN RB, dengan predikat tersebut, kami perlu untuk menjaga predikat itu, agar untuk di mempertahankan, karena secara langsung kedepannya kami berusaha meningkatkan lagi reformasi birokrasi di Jawa Timur.
“Seperti yang kita lakukan di unit-unit percontohan tersebut, semua akan mendukung reformasi lembaga dan ketika sudah mendapatkan predikat dari Kementerian PAN RB, dan ini bukan berhenti samapi situ kami terus klimaks kedepannya” ungkap Ari Dwikora Tono.
Ari Dwikora Tono menyampaikan, Dalam evaluasi internal setiap dua tahun kita harus melaporkan. Ketika di kemudian dirasa pelayanan publiknya, integritas turun bisa dicabut. Nah oleh karena itu kami dalam rangka tesebut. Yang harus kita dipertahankan terutama pelayanan publiknya, dan capaian-capaian kinerjanya.
“Inovasi-inovasinya harus Stunting, maunya seperti itu. Jadi sebetulnya sudah dilihat oleh Kementerian PAN RB ketika penilaian tersebut Stunting. Selain mempertahankan tiga predikat tersebut, inovasi Catatannya tentu perlu. Tetapi yang terpenting adalah Satgas Stunting agar bisa mendongkrak kinerja” kata Ari Dwikora Tono.
Dikatakannya, Dra. Maria Ernawati, M.M. Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Timur menambahkan, Dalam penilaian tersebut, Kementerian PAN RB, pertama menilai dari integritas wilayah bebas korupsi dan keduanya wilayah birokrasi, yaitu bersih melayani.
“Untuk yang pertama sudah kita capai waktu itu pada tahun 2000, untuk wilayah zona integritas, untuk wilayah bebas korupsi itu kita raih pada tahun 2001. Nah dua tahun kemudian kita juga meraih predikat tertinggi dari Kementerian PAN yaitu WBBM,” ungkapnya.
Maria Ernawati merincikan, Dalam penilaian tersebut, ada enam area yang dinilai, mulai dari manajemen kemudian pelaksanaanya, akuntabilitas, SDM, sampai pelayanan publik itu termasuk penilaian yang dinilai di sana.
“Alhamdulillah dalam tahun ini kemudian kita meraih predikat tertinggi dari Kementerian PAN RB, yaitu WBBM. Dua tahun akan dievaluasi dari Kementerian PAN RB, tahun ini kita coba dari pusat memberikan satu pembinaan dan mengevaluasi dari kinerja serta inovasi-inovasi yang sudah dilaksanakan di Jawa Timur,” urainya pada, Senin (10/04/2022).
Lanjut Maria Ernawati, Apalagi dalam masa pandemi seperti saat itu, kita tidak memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, sehingga melalui media-media, kemudian beberapa aplikasi kita mencoba untuk mengakomodir serta memberikan pelayanan kepada maksimal masyarakat.
“Terkait dengan pelayanan langsung tentu saja banyak yang sudah kita kerjakan, dari melalui pembangunan sistem serta mekanismenya, seperti surat-menyurat di tempat kita, sudah melalui sistem online. Untuk sistem dan mekanismenya atau inovasi sudah banyak sekali yang kita lakukan” pungkasnya.