Surabaya – Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Eko Adi Wibowo SH mengatakan, sekitar 41 penumpang bus dari rombongan ziarah yang selamat dari kecelakaan di tol KM 4.100 tol Surabaya ruas Dupak arah Perak langsung di pulang ke Palembang pada Sabtu (5/3/2022) malam.
Hal itu disampaikan oleh Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sebelumnya korban yang selamat dari kecelakaan ziarah tersebut, dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, untuk diberikan pertolongan melalui Urdokkes pengecekan kesehatan korban yang selamat dan kami sediakan makanan serta minuman.
“Bagi (penumpang) yang selamat kami pulangkan tadi malam sekitar pukul 21.00 Wib, dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak menuju ke Palembang kurang lebih 41 orang,” kata Eko Adi Wibowo.
Sedangkan untuk jenazah Burniat, pria yang mengambil alih kemudi dan menyebabkan bus menabrak truk, diketahui dari pihak keluarga korban saat dihubungi pihak kepolisian Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Eko Adi Wibowo mengungkapkan, bahwa jenazah Burniat dimakamkan di TPU Karang Tembok Surabaya.
“Yang jenazah Burniat sudah ada keputusan, dari keluarga korban Burniat dimakamkan di tempat pemakaman umum TPU Jalan Karang Tembok Surabaya, tadi pagi,” kata Eko Adi Wibowo Saat dihubungi wartawan harianradar.com, pada Minggu (6/03/22).
Begitu juga dengan kepulangan dua jenazah lainnya yakni sopir dan kernet truk colt diesel yang meninggal akibat peristiwa tersebut.

Kasatlantas menambahkan, kita lakukan ini merupakan bentuk kepedulian Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, terhadap korban kecelakaan tersebut, lebih-lebih saat mencarikan kendaraan penganti Bus. Selain itu juga mencarikan pemakaman korban Burniat hingga kepulangan 41 penumpang yang selamat ke Palembang, kami kawal sampai selesai.
Sedangkan keenam penumpang lain yang masih mendapatkan perawatan di RS PHC Surabaya, masih menunggu kondisi hingga benar-benar stabil.
Sebelumnya, kecelakaan yang terjadi di tol KM 4.400 tol Surabaya ruas Dupak arah Perak melibatkan bus nopol D 7610 AT dan truk colt diesel W 9948 NZ gara-gara ada penumpang diduga depresi mengambil alih kemudi bus.
Dikatakan Kasatlantas, Burniat (korban) dengan sengaja merebut kemudi setir dari supir dan membanting setir ke jalur berlawanan dengan menabrak beton barier pembatas jalan hingga menabrak truk tersebut, yang dikemudikan oleh Sujoni, saat itu berjalan di ruas tol Waru arah Perak.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Kasatlantas, satu di antara penumpang bus yang kemudian diketahui bernama Burniat, mencoba mengambil alih kemudi sopir bus dari belakang.
Akibat kecelakaan ini, tiga orang meninggal dan enam penumpang lainnya mengalami luka-luka.





