Surabaya – Sejumlah proyek fisik di wilayah Kota Pahlawan Surabaya, Jawa Timur tanpa papan nama alias siluman masih banyak ditemukan di lapangan.
Meski sering dipersoal publik, akan tetapi tetap saja membandel dengan dibiarkan dan mengabaikan hak publik tentang informasi.
Dengan demikian pelaksanaan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012 yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek dan memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, kontraktor pelaksana serta nilai kontrak dan jangka waktu pengerjaannya tak berlaku di Kota Pahlawan Surabaya,
Salah satunya proyek gorong-gorong di Jalan Bulak Setro IV RT04, RW05 Kecamatan Bulak Surabaya, sampai saat ini tak ada papan nama proyek fisik itu
Tak hanya itu, Pekerja tak memakai alat pelindung diri (APD), dan tidak ada pasir batu (sirtu) saat pemasangan U-dith box culvert
Lebih mirisnya lagi, di lokasi proyek tidak ada pengawasan dari mandor, pelaksana, dan konsultan pengawas, diduga pekerjaan Bim salabim abra ka dabra
Saat awak media mengkonfirmasi kepada salah satu tukang dilapangan, terkait Papan nama proyek tidak ada dilokasi
Ia mengatakan, “iya mas, saya tidak tau, dan kayaknya tidak ada papan nama, nanti saya sampaikan ke mandornya.”Katanya pada awak media Harianradar.com, Jumat (05/11) siang

Ditanyakan mandor dan pelaksana kemana mas, iya menjelaskan, Mandor dan Pelaksana, dan Konsultan Pengawas baru keluar.”jelasnya
Secara terpisah, awak media mengkonfirmasi kepada rukun tetangga (RT) dilokasi terkait papan nama, “iya mas, mulai pengerjaan saya tidak melihat papan nama anggaran, dan saya tidak tau itu yang tau hanya pihak kontraktornya.”Ujar bapak Khusayri, selaku RT
Disingggung dengan pasir batu (sirtu) tidak ada dilokasi, “iya membenarkan sirtu tidak ada, mungkin nanti datang saat pemasangan pavingasi.”Jelasnya
Sangat disayangkan, Di duga proyek siluman di Bulak Setro IV, Kecamatan Bulak Surabaya kangkangi UU keterbukaan publik (Tanpa papan nama)
Hingga berita ini diterbitkan awak media tidak bertemu dengan penanggung jawab dilokasi proyek
Reporter : UMR/Red





