Surabaya – Sebuah tempat hiburaan malam yang berada di Jalan Ngaglik Surabaya, pada Senin (25/10/21) Dinihari sekitar pukul 01.00 WIB, tiba – tiba dipenuhi mobil Polisi yang berjejer rapi di pinggir jalan.
Perlu diketahui, kedatangan Polisi itu guna mengamankan situasi yang tengah terjadi. Pasalnya, saat itu sedang terjadi perseteruan antara pemuda dari NTT dengan pengunjung hiburan malam dari cafe tersebut.
Dalam aksi saling lempar botol minuman keras, dan batupun tak terelakkan dari kedua kubu. Kejadian tersebut disinyalir adanya buntut pemukulan pada kemarin harinya.
Remond dan Gusty Radja perwakilan pemuda asal NTT menuturkan, berawal adanya salah satu rekannya kemarin dipukul oleh salah satu pengunjung saat berada di cafe Escobar, kemudian kedatangannya kali ini bersama rekan – rekannya ingin klarifikasi sekaligus minta pertanggungjawaban.
“Kami itu datang kesini ingin mediasi, tapi saat kami hendak masuk kedalam, kami tiba – tiba dilempar dari atas dengan botol dari pengunjung, lalu kami balas lah mereka,” ujar Remond saat di lokasi kejadian.
Bahkan tidak hanya disitu saja, pemuda NTT Gusti Radja juga menambahkan, bahwasanya akibat dari pelemparan botol yang dilakukan oleh pengunjung cafe Escobar, menyebabkan 4 temanya mengalami luka di kepala hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

“Itu teman kami sampai kepalanya mengalami pendarahan, dan kami ingin minta keadilan, sangat disayangkan posisinya cafe masih disegel oleh pemerintah kota, tapi kenapa masih berani buka, tolong pemerintah kota Surabaya dan Polisi bertindak tegas,” tandas Gusti Radja.
Sementara itu, ditempat yang sama salah satu karyawan Escobar menjelaskan, bahwa kedatangan mereka tiba – tiba masuk dan menyerang
“Kami saat itu hendak Clousing karena waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 WIB, namun saat itu tiba – tiba datang gerombolan pemuda tersebut dan melakukan penyerangan, sontak kami membalas dari lantai atas dengan melempari botol, kami berjaga diri di atas, karena saat itu lantai satu ada yang membakar,” ujar pengunjung Escobar.
Kondisi didalam cafe Escobar pasca bentrok pengunjung yang enggan menyebutkan namanya tersebut juga menambahkan, bahkan tidak hanya disitu saja, saat bentrokan berlangsung, minuman kami hilang.
“Kursi dan meja kami berantakan, serta minuman botol kami habis, dan juga terbakar, makanya kami takut lalu mengamankan diri di lantai atas,” ujar pengunjung tersebut.
Sementara itu, guna mengamankan situasi dari hal yang tidak diinginkan, Polisi mengamankan sejumlah pengunjung dan pegawai Escobar untuk dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Sampai berita ini diturunkan, jumlah pegawai dan pengunjung yang dibawa ke Mapolrestabes Surabaya belum diketahui.
Untuk hasil kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut juga masih belum diketahui.
Kemudian dari pihak NTT yang menjadi korban akibat pelemparan juga masih belum diketahui kabar selanjutnya.





