Kontrak Payung | Pokmas Kedurus Mengeluh Pembelian Cash Semen Merdeka, Diduga Distributor Tidak Bisa Keluarkan Invoice

Fasilitas Gudang
Fasilitas Gudang

Surabaya – Pokmas Kelurahan di Surabaya mengeluh terkait sistem kondisi di mana transaksi pembelian semen, merek Semen Merdeka, dibayar tunai (cash) tetapi tidak bisa mengeluarkan invoice, sejak Dakel (dana kelurahan) pembangunan pekerjaan saluran dan paving memakai sistem kontrak payung.

Adapun pemesanan order terdapat di fasilitas gudang resmi dari PT Semen Indonesia Distributor (anak perusahaan SIG), Jalan Raya Sukomanunggal No.179, Blok A3 Surabaya.

Padahal, Pokmas membutuhkan invoice (tagihan formal) dan faktur pajak untuk laporan pertanggungjawaban (SPJ), apalagi dibayar kontan/tunai.

Menurut salah satu Pokmas di wilayah Kedurus Surabaya yang tidak mau disebut namanya, Kalau memang ada kendala utama tidak keluarnya faktur pajak atau invoice resmi karena toko/distributor tersebut bukan Pengusaha Kena Pajak (PKP), atau mereka tidak terdaftar di Direktorat Jenderal Pajak, sehingga secara hukum tidak berwenang menerbitkan Faktur Pajak, seharusnya disampaikan diawal.

“Jadi pertanyaan kami, transaksi cash bisa menjadi kendala jika dana dicairkan pemerintah untuk proyek Pokmas, sementara pihak toko menjual putus tanpa syarat administrasi formal (hanya jual-beli eceran harian) untuk menghindari pajak atau rumitnya pelaporan,” katanya.

Kendala utama distributor Semen Merdeka tidak bisa mengeluarkan invoice meski Pokmas membeli secara tunai (cash) biasanya bersumber pada masalah sinkronisasi sistem ERP pusat (SIG), proses rekonsiliasi kas di rekening distributor, atau kendala administrasi perpajakan dan administrasi lainnya.

“Seharusnya, sejak awal pihak management gudang resmi dari Semen Merdeka, Jalan Raya Sukomanunggal memberikan konfirmasi alasan dan kendalanya, jangan malah di lempar ke Distributor yang lain,” ucapnya.

Ia menambahkan, management Semen Merdeka waktu itu memang sampaikan harus ada pembelian eletronik lewat e-delivery (surat pesan), padahal pihak Pokmas sudah oke kalaupun beda harga, yang penting semen dikirim dan di berikan invoice karena pembeliannya cash.

“Pas hari H, invoice kita tidak bisa keluar dan barang kita di hold, invoice ya hanya bisa atas nama CV, Padahal kita beli cash dan sah kan, kalau invoice kita minta nama pokmas Karena peruntukannya juga sudah beda bukan untuk CV tapi untuk pokmas,” teragnya.

Terkait hal ini, tergolong katagori rancu dan terkesan kaku terhadap sistem. Kaku atau tidak paham?, atau jangan-jangan pemerintah tidak memfasilitasi pembekalan ataupun pelatihan administrasi?.

“Kita beli cash, kita minta invoice kok gak bisa?. Hanya karena di sistem kita belum beli tunai, kita juga gak hutang. Kendala ini dirasakan di seluruh Pokmas Surabaya, bahkan kami ambil sendiri dan sewa pickup sendiri saat beli, sampai disana pickup kita gak muat-muat dan lama. Ternyata ada kendala yang sebenarnya sudah di komunikasikan sebelumnya, Kok tiba-tiba hari H ambil gak bisa keluarkan invoice atas nama Pokmas, serta pengambilannya semen terlalu lama menunggu proses adminstrasi,” ungkapnya.

Selanjutnya, awak media mencoba konfirmasi melalui Yoga, selaku Manager Operasional Semen Merdeka dengan pesan chat whatsaap Nomor +62 812-2682-xxxx. Tetapi sayangnya malah bungkam, walau terbaca, terkait pembelian cash Pokmas wilayah Kedurus.

Sementara, Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan (UKPBJ) Pemerintah Kota Surabaya, Aly Murtadlo, S.ST., M.M. saat di konfirmasi awakmedia mengungkapkan, Mekanisme pelaksanaan kontrak payung termasuk yang berkaitan dengan pemesanan dan pembayaran, kan sudah ada, difasilitasi melalui e-delivery dan juga sudah disosialisasikan baik kepada PPK, penyedia maupun pelaksana termasuk pokmas.

“Tinggal kendala pelaksanaan di lapangannya saja dalam prakteknya kita tidak tahu sebagaimana yang disampaikan tadi, sehingga perlu kita cek dulu permasalahannya apa? Akan segera kita tindaklanjuti, Maturnuwun,” jawab Aly, saat di konfirmasi melalai phone seluler via chat whatsapp jurnalis harianradar, Rabu (17/06/2026).

Jurnalis harianradar terus mencoba manggali informasi menyampaikan, tidak tanya masalah ke Kelurahan dan Pokmas_nya. Tapi mekanisme pabrikan Semen Merdeka. Apa bedanya?, Kalau di bandingkan sama pabrikan precase sama paving malah berjalan lancar bahkan tidak ada kendala sampai saat ini, namun kok yang ribet cuma pabrikan semen merdeka.

“Ya, termasuk pabrikan itu kan penyedia, juga sudah disosialisasikan bahkan kalau sama semen sudah beberapa kali kita panggil, memang sejak ada kenaikan pertamax ini, penyedia semen ini bersurat ke pemkot dan segera akan dikoordinasikan kembali dan segera kita update,” balasnya.

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *