Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Kurban Idul Adha 1447 H: Cara PT Surabaya Kikis Ego Jabatan Tanpa Korbankan Pelayanan

Pada Idul Adha 1447 H ini, PT Surabaya berhasil menghimpun dan menyembelih 8 ekor sapi serta 1 ekor kambing yang telah lolos uji kesehatan ketat.
Pada Idul Adha 1447 H ini, PT Surabaya berhasil menghimpun dan menyembelih 8 ekor sapi serta 1 ekor kambing yang telah lolos uji kesehatan ketat.

SURABAYA – Ada pemandangan berbeda di halaman belakang kantor Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya pada Jumat pagi (29/5/2026). Area semi-terbuka tersebut tampak riuh dan kompak oleh para pegawai yang mengenakan pakaian kasual, bahu-mabahur mengurus pemotongan hewan kurban.

Pada Idul Adha 1447 H ini, PT Surabaya berhasil menghimpun dan menyembelih 8 ekor sapi serta 1 ekor kambing yang telah lolos uji kesehatan ketat.

Namun, ada satu hal yang patut diacungi jempol: Pintu loket pelayanan hukum, meja informasi, dan administrasi perkara tetap dibuka penuh! Tidak ada istilah “pelayanan lambat” karena agenda keagamaan.

Sentilan Spiritual: Buang Kesombongan Jabatan Ketua Panitia Kurban PT Surabaya, Sigit Sutriono,S.H.,M.Hum dan Sifa’urosidin,S.H.,M.H. menjelaskan bahwa ibadah kurban merupakan refleksi penting bagi para ASN peradilan agar tidak terjebak dalam ego sektoral.

“Lewat berkurban, kita diingatkan bahwa jabatan dan harta hanyalah titipan Allah SWT. Ini momen tepat untuk mengikis kesombongan,” kata Sigit di sela-sela aktivitas pemotongan.

Manajemen Kupon: 650 Paket Tersalurkan Tepat Sasaran Guna menghindari kerumunan, panitia menerapkan sistem distribusi berbasis data melalui 650 kupon. Daging dikemas higienis dan dibagi di Panti Asuhan: Berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu.

Warga Sekitar: Menjaga keharmonisan dan hubungan baik dengan tetangga kantor.
Internal Instansi: Apresiasi untuk staf bawah, security, PPPK, hingga pegawai honorer.

Strategi Sistem Piket Ketat
Bagaimana cara PT Surabaya menjaga pelayanan tetap prima? Jawabannya ada pada pembagian tugas yang presisi.

“Kami menerapkan sistem piket yang ketat. Pegawai yang jadwalnya melayani masyarakat wajib siaga di posnya. Ibadah keagamaan jalan terus, dan hak masyarakat pencari keadilan tetap terpenuhi dengan baik,” tegas Sigit.

Dengan strategi ini, PT Surabaya sukses membuktikan bahwa tugas negara dan ibadah religius bisa berjalan beriringan secara profesional.

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *