Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Senator Muda Indonesia, Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Dari Budaya untuk Masa Depan Bangsa

Surabaya – Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI, Anggota DPD RI/MPR RI, Dr. Lia Istifhama, menegaskan pentingnya peran budaya dalam menjaga keberlangsungan bangsa Indonesia. Ia menilai, tanggung jawab melestarikan budaya bukan hanya berada di tangan negara, tetapi juga menjadi kewajiban moral setiap orang tua dalam mendidik generasi penerus.

“Yang pertama jujur saya salut ya. Ini bukan kemudian kita memuji-muji tanpa dasar, tapi kita memang memiliki dasar. Kita ini kan orang tua ya, saya terlepas dari Senator lah dan sebagai seorang ibu, saya itu tahu bahwasanya kewajibannya menjaga keberlangsungan bangsa,” tutur Senator Muda Ning Lia, saat memberikan sosialisasi di Joyoboyo 33, Sawunggaling, Surabaya, pada Jumat (19/12).

Menurutnya Senator yang dikenal santun Ning Lia, anak-anak dan cucu bangsa harus terus dikenalkan pada kekayaan budaya Nusantara agar tidak tercerabut dari jati diri mereka sendiri. Ia mengingatkan agar generasi mendatang tidak tumbuh tanpa mengenal akar budaya bangsanya.

“Bagaimana cara anak-anak kita, anak cucu kita mengenal atau memiliki kebudayaan yang luar biasa. Jangan sampai ketika dewasa lupa mendidik anak-anak untuk mencintai budaya,” tegas Senator Muda itu.

Putri ulama kharismatik Ning Lia menggambarkan, budaya merupakan identitas utama bangsa yang tidak boleh ditinggalkan dalam upaya membangun citra dan posisi Indonesia di tingkat internasional.

“Yang kedua adalah bagaimana kita berbicara. Saya sebagai Senator misalnya, kita bicara bagaimana Indonesia itu posisinya seperti apa di tengah global, di tengah internasional. Nah salah satu hal bagaimana kita berjenis position negara kita di global, ya kita harus memiliki identitas bangsa, kita memiliki budaya itu,” ungkapnya.

Ia mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak justru melupakan budayanya sendiri, sementara negara lain mengakui dan mengapresiasi kekayaan budaya tersebut.

“Jangan sampai kita melupakan budaya kita, tapi kemudian tahu-tahu budaya kita di negara lain sangat diakui. Jangan sampai, sedangkan kita ini pemilik kebudayaan,” lanjutnya.

Dalam refleksinya, Senator Muda Ning Lia memaknai budaya sebagai api yang menyinari kehidupan bangsa. Api tersebut menjadi simbol pembentuk peradaban, identitas, dan perjuangan bangsa Indonesia.

“Maka dari itu pada kesempatan kali ini saya bersama teman-teman, wah ini yang mana salah satu arti besar dari ketahuannya adalah api. Maka kita bicara budaya adalah sebuah api yang menyinari kehidupan. Bahwasanya bangsa ini kalau enggak ada budaya, enggak akan terbentuk sebagai sebuah bangsa,” tuturnya.

Senator Lia menegaskan lagi bahwa perjuangan bangsa tidak bisa dilepaskan dari akar budaya yang membentuk karakter dan nilai luhur masyarakat Indonesia.

Selain sebagai identitas, Ning Lia menekankan bahwa budaya juga memiliki potensi besar dalam penguatan ekonomi nasional. Ia mengingatkan agar budaya tidak hanya dipandang sebagai urusan kalangan tertentu, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi yang harus didukung negara.

“Budaya salah satunya adalah bagaimana budaya itu berlangsung secara ekonomi. Jangan sampai orang berpikir kebudayaan itu adalah, mohon maaf, pikiran itu orang-orang yang memang mengerti saja tapi tidak memiliki unsur atau instruksi,” jelasnya.

Ia menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam mendukung penguatan budaya melalui sektor pariwisata, seni, dan kewirausahaan, termasuk mendorong produk UMKM berbasis budaya agar mampu menembus pasar global.

“Negara harus hadir untuk kemudian mendukung penguatan akan budaya. Bagaimana itu bisa kuat, salah satunya ketika budaya kita dikomen dengan dunia pariwisata ataupun dengan dunia-dunia lain sebagai contoh entrepreneur,” katanya.

Senator Lia juga mencontohkan kekayaan seni tradisional seperti keris yang memiliki nilai estetika tinggi dan diminati masyarakat internasional, khususnya di Eropa.

“Bagaimana budaya kita memiliki banyak keindahan. Kita bicara keris kan luar biasa ya. Kalau kita bicara dunia seni, ini sangat disukai orang-orang Eropa. Itu sebabnya negara hadir untuk kemudian hasil karya atau hasil UMKM dari Surabaya bisa masuk di pasar global,” pungkasnya.

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *