Waspada, Surabaya Darurat Ancaman Begal Tiap Waktu 

Foto: 2 orang pria (pelaku) Begal yang terpantau CCTV
Foto: 2 orang pria (pelaku) Begal yang terpantau CCTV

Surabaya – Surabaya merupakan Provinsi Jawa Timur yang menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian sekaligus menjadi kota terbesar kedua di Indonesia setelah kota Jakarta.

Kasus Urbanisasi yang terjadi di Surabaya selalu meningkat disetiap tahunnya, hal tersebut dikarenakan letaknya yang strategis dan aksesnya yang mudah, membuat Surabaya menjadi salah satu kota yang padat akan penduduk. Akan tetapi, tingginya angka kepadatan penduduk juga menimbulkan berbagai persoalan kriminal yang tak pernah kunjung usai. Namun tetaplah waspada, walau Surabaya saat ini dalam ancaman meningkatnya kasus Begal Kejahatan Jalanan.

Pelaku Begal Jalanan sekarang seakan tidak kenal waktu walaupun masih di sore hari para pelaku tetap melancarkan aksinya. Kali ini, korbannya 2 (Dua) anak yang usianya sekitar belasan tahun yang merupakan warga Tambak Asri Selatan, Kelurahan Moro Krembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Minggu (22/09/2024) sekitar pukul 15.30 wib.

“Kronologi awal kejadian, korban Andi diajak Kevin temanya untuk membuang sampah di TPS bawah jembatan Tol Dupak Surabaya, Keduanya saat itu telah mengendarai sepeda motor Honda Beat Nopol L 4211 DAN, begitu mau pulang kerumah tiba-tiba dari belakang ada 2 pria tak dikenal mengendarai sepeda motor memepet korban dan memberhentikannya,” tutur Somad salah satu ayah Korban, Senin (23/09).

Somad menambahkan, Korban sebelum pulang kerumah, mereka juga sempat membeli Dana di sebuah konter yang tak jauh dari rumah. Tetapi oleh kedua pelaku korban malah dituduh katanya telah menabrak adiknya.

“Saat itulah pelaku melancarkan modusnya dengan memaksa kedua korban ikut kerumahnya, salah satu korban bernama Andi kemudian ikut dengan pelaku di satu tempat dimana tempat itu tidak diketahuinya, kemudian korban bernama Kevin juga diajak ke tempat di sepanjang Jalan Dupak Magersari Surabaya, kemudian disuruh menunggu, bahkan dia ditakuti dengan senjata tajam oleh pelaku, karena takut kemudian motor Kevin (korban) diserahkan dan langsung dibawa kabur pelaku dengan berkata mau menjemput adiknya yang sakit habis tertabrak,” terangnya.

Tak berhenti disitu, Somad bersama warga sekitar mencoba mencari para pelaku dari hasil rekaman CCTV di awal tempat kejadian perkara Tambak Asri, dari hasil recorder yang dihimpun ada 2 orang pria (pelaku) yang terpantau CCTV.

“Dari rekaman CCTV pelaku ada 2 orang dengan mengendarai sepeda motor Vario Nopol W6828NCI berwarna hitam dengan ciri-ciri pengendara berkaos hitam lengan panjang bawahan jean coklat dan yang dibonceng berbaju hem kotak lengan panjang berwarna hitam bawahan jean hitam, atas kejadian tersebut kami kedua orang tua korban sudah membuat laporan ke Polsek terdekat, harapannya semoga kedua pelaku segera terungkap,” ujarnya.

 

Reporter: Sujai

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *