Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

BKKBN Jatim, Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja dalam Penurunan Stunting

BKKBN Jatim menggelar kegiatan Penyuluhan kesehatan reproduksi bagi remaja dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Ponorogo, di Ponpes Wali Songo Ngabar, Jawa Timur, pada Rabu (28/12/2022).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Prov Jatim, Dra. Maria Ernawati, M.M., yg diwakili oleh Koordinator Bidang KBKR Perwakilan BKKBN Prov Jatim, Waluyo Ajeng Lukitowati, S.St., M.M., Pimpinan Ponpes Ngabar Walisongo Ponorogo, KH Heru Syaiful Anwar, MA.

Kemudian Sekretaris Daerah Kab. Ponorogo, Dr. Drs. Agus Pramono, MM., Asisten Pemerintahan dan Kesra, Drs. Bambang Nurcahyo, M.Si., Kepala Dinas PPKB Kab. Ponorogo, Drs. Harjono, M.Kes., Penceramah : H. Nurcholis, S.Ag, M.Pd., Narasumber dr. Siti Robihah, Camat Siman, Danramil Siman, Kapolsek Siman, Koordinator PKB Siman dan Adik-adik remaja santri/santriwati yang berbahagia.

Diungkapkan, Pimpinan Ponpes Ngabar Walisongo Ponorogo, KH Heru Syaiful Anwar, MA, terimakasih atas kepercayaannya mengadakan kegiatan di Ponpes yangg pastinya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi santri disini yaitu tentang kesehatan reproduksi bagi remaja.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim yang diwakili oleh Koordinator Bidang KBKR Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim.

“Melalui kegiatan ini kita berharap agar sosialisasi kespro ini dapat diterima secara merata untuk semua remaja khususnya remaja yang berada di ponpes. Hal ini sebagai upaya percepatan penurunan stunting sehingga mencegah lahirnya bayi bayi stunting, agar remaja merencanakan kehidupan berkeluarganya,” ujarnya.

Remaja juga menghindari pernikahan dini yang dampaknya sangat beresiko terhadap kesehatan. Usia muda harus berprestasi dan belajar. Harus cukup umur untuk menikah dan merencanakan dengan baik kapan menikah, punya anak dan jumlah anak yang akan dilahirkan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo memberikan arahan, Ponpes Walisongo Ngabar ini merupakan ponpes pertama yang mengawal masalah prokes.

Niat hari ini belajar bersama sama untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik di ponpes ini ada 2.000 santri, jika santri bisa menyerap ilmunya maka bisa disharekan informasi ini kepada temanya yang lain, “Jangan nikah muda.”

Dalam kesempatan yang sama, H. Nur Cholis,S Ag M. Pd., menjelaskan, ada 3 hal yang bisa membuat kehidupan berantakan jika tidak dimanfaatkan sebaik baiknya, yaitu masa muda/masa remaja, kelapangan waktu (memanfaatkan waktu dengan baik) dan ketrampilan.

Permasalahan yang dihadapi remaja salah satunya adalah pergaulan bebas yang bisa menyebabkan pernikahan dini. Dampak pernikahan dini meliputi dampak sosial,psikologis,pendidikan dan juga kesehatan.

Forum ini sangat baik agar santri ponpes ini menjadi santriwati yang baik dan hebat.

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *