SURABAYA – Warga Kampung 1001 malam Tambakasri Kecamatan Krembangan merasa resah karena rumah yang sudah mereka tempati puluhan tahun lamanya harus mereka kosongkan, Pasalnya lahan tersebut akan dialihfungsikan oleh BPWS dan Jasa Marga, Senin (26/12/2022).
Untuk itu, Pemerintah Kota surabaya telah mempersiapkan rusun bagi warga kota Surabaya yang tinggal di kampung 1001 malam.
Menurut Anna selaku perwakilan dari pemkot Wali Kota Surabaya tidak mau warganya terlantar.
“Bahwa Pemerintah Kota Surabaya akan membantu memindahkan ke rusun dan dibantu semuanya Insya Allah akan di uruskan oleh Pemkot,” katanya.
Sebagai contoh dari peristiwa yang sudah dijalankan oleh Pemkot adalah warga yang dibawah Tol Tambakasri (3) tiga bulan yang lalu.
Ana menuturkan, jadi surat yang disampaikanpun oleh pihak Kecamatan itu sudah jelas, angkutan disiapkan, rusun disiapkan dan sekolah anak-anak mereka dipindahkan.
“Nantinya, administrasi kependudukannya juga diuruskan, serta pekerjaanya dibantu (difasilitasi ). Jadi tinggal pindah saja,” ucapnya.
Untuk kali ini telah disiapkan beberapa unit truk Satpol PP mengangkut barang-barang mereka dan 4 unit Bus sekolah untuk semua warga.
“Nantinya warga yang masih bersih kukuh tinggal di kampung 1001 malam ini, pihak Pemkot belum bisa menentukan batas waktunya sampai kapan itu semua tergantung dari BPWS dan Jasa Marga, intinya lahan tersebut akan dialihfungsikan secepatnya,” jelasnya.
Maka dari itu, perwakilan dari pihak Pemkot dan beberapa OPD, diutus oleh Walikota Surabaya untuk mendatangi kampung 1001 malam, dan memberikan fasilitas kepada warga yang tinggal di kampung 1001 malam.
“Walikota Surabaya berpesan, Jangan sampai ada warga yang menderita. Karena kurang lebih 3 bulan yang lalu, sebenarnya staf BPWS dan Jasa Marga sudah mengirimkan surat kepada pihak Pemkot tentang pengalihan fungsi wilayah tersebut dan sudah mulai melakukan perencanaan,” terangnya.
Warga yang sudah dipindahkan selama 3 bulan pertama akan difasilitasi, dan selanjutnya harus membayar sendiri, karena menurut pihak Pemkot, gajinya sudah bisa buat bayar rusun dan sudah dapat gaji UMR. Hal ini bisa di chek dari 16 (KK) kartu keluarga yang sudah pindah di rusun.
“Kemudian masalah data pihak Pemkot juga sudah melakukan koordinasi dengan koordinator kampung 1001 malam (Mamik atau Sigit ) bahwasanya sesuai dengan laporan terdapat 96 KK, yang warga Asli Surabaya,” imbuhnya.
Pemerintah telah mempersiapkan sebanyak 44 unit tempat tinggal sementara yang siap bergeser sebanyak 32 KK, dari yang semula 36 KK, karena ada yang mau menempati rumah sendiri dan rumah kos.
“Sebenarnya yang tinggal di kampung 1001 malam bukan hanya warga Surabaya, Melainkan ada yang dari luar kota seperti Madura, Tuban dan dari wilayah lainya. Untuk sementara ini warga Surabaya yang masuk di data base Pemkot selanjutnya akan di check ulang,” ungkapnya.
Reporter : Somad





