Sidoarjo – Polemik pengelolaan parkir di Kabupaten Sidoarjo berbuntut mogok setor retribusi ke PT ISS (Indonesia Sarana Service) lantaran tidak sesuai komitmen atas kesepakatannya.
Karena PT ISS sejak memenangkan lelang pengelolaan parkir di Sidoarjo tidak memperdulikan kesejahteraan nasib terhadap para jukir, Diduga ingkar pada klausul perjanjian kerjasama.
Padahal ada point-point dalam klausul terkait kesejahteraan para jukir yang harus di realisasikan oleh PT ISS misalnya, jaminan kesehatan yang dicover melalui BPJS hingga gaji yang diterima jukir masih belum sesuai.
Seluruh koordinator paguyuban jukir di Sidoarjo menyatakan stop setoran retribusi parkir ke PT ISS per tanggal 19 Desember 2022 dan siap menggelar Audensi jika dari Dishub tidak memperdulikan kondisi jukir Sidoarjo.
“Perlu di garis bawahi selain masih banyak point-point kerjasama yang dilanggar oleh ISS aksi mogok setoran itu juga di dasari solidaritas antar jukir se Kabupaten Sidoarjo,” kata Ajis selaku salah satu koordinator paguyuban jukir Sidoarjo kepada awakmedia Harianradar, Minggu (18/12).
Menurutnya, Solidaritas ini bentuk peduli terhadap kawan-kawan jukir yang ada dibeberapa titik, karena sudah 2 bulan belum mendapatkan gaji.
“Kami atas nama koordinator jukir akan terus melakukan aksi mogok setoran retribusi selama PT ISS tidak melibatkan Dishub untuk mendampingi penarikan retribusi ke jukir,” ucapnya.
Ajis menegaskan, seperti yang diketahui bahwa PT ISS sejak penandatanganan perjanjian kerjasama belum menyetorkan hasil retribusi parkir ke Pemda.
“Para jukir akan terus meminta PT ISS segera menetapkan kebijakan di tiap titik parkir agar tak membuat gaduh para jukir. Kalau tidak kunjung membuat kebijakan intinya seluruh jukir Sidoarjo menuntut segera akhiri kontrak PT ISS, agar pengelolaan parkir di kembalikan ke Dishub,” tegasnya.
Reporter: Moch Ismail





