Sedekah Hasil Korupsi Sama Halnya Dengan Uang dari Hasil Maling

Surabaya – Sedekah merupakan satu amalan yang dianjur bagi setiap orang dengan cara mengukur diri.

Pengasuh pesantren Al Bahjah Buya Yahya menyampaikan hal-hal penting terkait dengan sedekah.

Menurutnya, kebaikan sebesar apapun jika diraih dengan cara haram tidak akan membuahkan kebaikan.

“Anda kalau masih berurusan dengan hal haram berhenti dulu jangan mikir sedekah, mikir taubat dulu,” ujarnya, dilansir harianradar.com dari YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah 25 Februari 2020.

Hal itu diungkapkannya menjawab pertanyaan seorang jamaah mengenai uang korupsi yang digunakan untuk sedekah.

“Sedekah dari hasil korupsi sama halnya dengan uang dari hasil nyopet, maling, dan sebagainya,” kata Buya Yahya.

“Anda kalau mau dapat pahala tidak perlu sedekah, cukup hindari korupsi sudah menjadi pahala,” cetusnya.

Pengasuh pesantren Al Bahjah itu menegaskan bahwa uang haram akan tetap menjadi dosa meskipun digunakan untuk membangun pondok pesantren, masjid atau yang lainnya.

Malah hal-hal tersebut menurutnya bisa menjadi bahaya, karena bisa membuat orang berpikir tidak masalah korupsi yang penting hasilnya untuk sedekah.

Adapun hukumnya menurut Buya Yahya hal itu sama halnya dengan orang berwudhu dengan air kencing atau urine.

“Suci atau enggak? Enggak suci, ngak dapat pahala. Sedekah kok dari hasil korupsi,” jelasnya.

Apabila seseorang ingin bersedekah, Buya Yahya menyarankan untuk mensucikan hartanya dulu.

Mencontohkan hal tersebut, misalnya seseorang pernah melakukan korupsi 5 tahun yang lalu, kemudian dia ingin taubat.

Buya Yahya menyarankan uangnya hasil korupsi itu dikembalikan pada umat tapi jangan diyakini sebagai sedekah dan jangan digunakan untuk dirinya.

 

 

(sul/sul)

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *