Ikrar Talenta Masuk Fase Marketing Strategis, Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Bangkalan

Suasana FGD di Pandu Langsung Oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja
Suasana FGD di Pandu Langsung Oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja

INOVASIย IKRAR TALENTA (Integrasi Perindustrian dan Ketenagakerjaan melalui Ikatan Komitmen Penyerapan Tenaga Kerja Lokal) yang digagas Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan mulai memasuki fase marketing strategis kepada para pemangku kepentingan perindustrian dan ketenagakerjaan.

Tahapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) IKRAR TALENTA yang melibatkan sejumlah stakeholder utama, mulai dari asosiasi industri, pelaku usaha, organisasi kepemudaan, civil society, angkatan kerja, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dalam FGD tersebut, asosiasi industri diwakili PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia, sementara sektor Industri Hasil Tembakau diwakili dua pabrik rokok yang akan segera beroperasi di Kabupaten Bangkalan.

Turut terlibat Himpunan Pengusaha Muda, civil society, serta angkatan kerja yang diwakili PC HMI Bangkalan dan sejumlah OPD terkait.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih terintegrasi.

IKRAR TALENTA tidak hanya diarahkan sebagai sebuah inovasi administratif, tetapi menjadi instrumen untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan potensi dan kompetensi tenaga kerja lokal.

Kepala Disperinaker Bangkalan Jemmi Tria Sukmana mengatakan, IKRAR TALENTA menawarkan pendekatan baru dalam membangun ekosistem pembinaan industri dan ketenagakerjaan.

Salah satu terobosan utamanya adalah menjadikan registrasi SIINas (Sistem Informasi Industri Nasional) sebagai pintu masuk dalam mengintegrasikan data perindustrian dan ketenagakerjaan.

โ€œProyek Perubahan IKRAR TALENTA menawarkan pendekatan baru dengan menjadikan registrasi SIINas sebagai entry point pembentukan ekosistem pembinaan industri dan ketenagakerjaan Kabupaten Bangkalan,โ€ ujar Jemmi.

Menurutnya, melalui pendekatan tersebut, data SIINas tidak lagi hanya dipandang sebagai media pelaporan industri.

Data tersebut didorong menjadi sumber data tunggal atau One Data Industry and Employment yang dapat dimanfaatkan secara bersama oleh seluruh bidang di Disperinaker maupun OPD terkait.

Data yang dihimpun mencakup profil perusahaan, jenis industri, kapasitas produksi, investasi, jumlah tenaga kerja, rencana pengembangan usaha hingga kebutuhan kompetensi tenaga kerja.

Seluruh data tersebut kemudian dapat dianalisis untuk menjadi dasar penyusunan program lintas bidang maupun lintas OPD.

โ€œData tersebut dapat menjadi dasar dalam menyusun berbagai program, termasuk pembinaan industri, pelatihan, hingga penempatan tenaga kerja,โ€ jelasnya.

Melalui IKRAR TALENTA, Disperinaker juga mendorong terwujudnya link and match antara dunia industri dengan tenaga kerja lokal Bangkalan.

Kebutuhan kompetensi yang disampaikan industri dapat menjadi dasar penyusunan pelatihan yang lebih tepat sasaran atau tailor-made training.

Dengan demikian, pelatihan tenaga kerja tidak lagi semata-mata berdasarkan program yang tersedia, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan riil perusahaan.

Setelah memiliki kompetensi yang dibutuhkan, tenaga kerja lokal juga dapat difasilitasi untuk masuk ke dunia kerja melalui mekanisme penempatan yang lebih terarah.

Selain aspek pelatihan dan penempatan, IKRAR TALENTA juga diarahkan untuk memperkuat pembinaan hubungan industrial. Pembinaan dapat dilakukan sejak perusahaan mulai beroperasi hingga tercipta hubungan kerja yang harmonis antara perusahaan dan pekerja.

Jemmi menegaskan, keberadaan industri baru di Bangkalan harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia lokal. Karena itu, kebijakan investasi dan pengembangan industri perlu berjalan beriringan dengan sistem penyiapan tenaga kerja.

โ€œNilai publik yang ditawarkan IKRAR TALENTA adalah mewujudkan keterpaduan antara kebijakan investasi dan industri baru dengan sistem penyiapan dan penyerapan tenaga kerja lokal,โ€ katanya.

Keterpaduan tersebut dilakukan melalui penguatan regulasi, kemitraan strategis dengan dunia usaha, pelatihan berbasis kebutuhan industri, serta pengembangan sistem informasi ketenagakerjaan.

Melalui FGD tersebut, para stakeholder didorong untuk membangun komitmen bersama agar pertumbuhan industri di Kabupaten Bangkalan memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, khususnya dalam bentuk peningkatan kompetensi dan kesempatan kerja.

IKRAR TALENTA diharapkan menjadi jembatan antara investasi, kebutuhan industri, pengembangan kompetensi, dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Dengan ekosistem data dan kemitraan yang semakin kuat, masuknya investasi ke Bangkalan tidak hanya ditargetkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga mampu membuka semakin banyak peluang kerja bagi masyarakat Bangkalan.

Pada tahap selanjutnya, inovasi tersebut akan terus diperkuat melalui perluasan kemitraan dengan stakeholder industri dan ketenagakerjaan.

Dengan demikian, IKRAR TALENTA dapat menjadi model kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam membangun pasar kerja lokal yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *