Merauke – Setelah tiga hari melakukan pencarian, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan korban tenggelam, WS (27), di perairan Pintu Air, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, (7/8/2026).
Korban ditemukan pada pukul 17.05 WIT dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju RSUD Merauke untuk proses penanganan lebih lanjut.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Rabu sore (5/8/2026) di kawasan Muara Sungai Maro (Pal Putih), Kabupaten Merauke. Saat itu, korban terjatuh ke sungai ketika hendak memperbaiki tali jangkar. Setelah kejadian tersebut, korban tidak terlihat lagi.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, operasi pencarian dan pertolongan langsung dilaksanakan dengan melibatkan unsur SAR gabungan.
Operasi tersebut melibatkan empat personel Satrol Kodaeral XI, tiga personel Satpolair Polres Merauke, dua personel Bakamla, dan delapan personel Kantor SAR Merauke.
Dalam pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan menggunakan tiga unit Rescue Car, satu unit RBB Satrol Kodaeral XI, satu unit perahu dengan mesin 40 PK, serta satu unit drone thermal.
Setelah melalui pencarian selama tiga hari, kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil. Korban berhasil ditemukan di perairan Pintu Air dalam kondisi meninggal dunia.
Komandan Kodaeral XI Laksda TNI Joko Andriyanto, S.T., M.Tr.Hanla., M.A.P., mengapresiasi kerja keras dan sinergi seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut.
Komandan Kodaeral XI menyampaikan bahwa keberhasilan menemukan korban merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, profesionalisme, serta soliditas seluruh unsur yang terlibat.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh personel Tim SAR Gabungan yang telah melaksanakan pencarian dengan penuh dedikasi selama tiga hari. Meskipun kondisi di lapangan tidak mudah, seluruh tim tetap menunjukkan semangat, profesionalisme, dan tidak menyerah sampai korban berhasil ditemukan,” ujar Komandan Kodaeral XI.
Menurutnya, operasi SAR bukan hanya tentang kemampuan teknis dalam melakukan pencarian dan evakuasi, tetapi juga merupakan bentuk nyata kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.
Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan kuatnya koordinasi dan sinergi antara Kodaeral XI, Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Satpolair Polres Merauke, serta Bakamla dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah perairan Merauke.





