banner 728x250

Proyek Drainase Ngagel Madya I Rp583 Juta Tabrak Prosedur: Permintaan Teknis Pengawas Dikebiri Kontraktor

Pengawas Mengaku Sudah Meminta Pengeringan Galian, Pemasangan U-Ditch Diduga Terkendala Tanpa Kisdam
Pengawas Mengaku Sudah Meminta Pengeringan Galian, Pemasangan U-Ditch Diduga Terkendala Tanpa Kisdam
banner 120x600

SURABAYA — Penggunaan anggaran publik ratusan juta rupiah dalam proyek infrastruktur, Proyek pembangunan drainase menggunakan U-Ditch berukuran 80/100 dengan penutup berkapasitas gandar 10 ton di Jalan Ngagel Madya I, tepatnya di depan Santa Clara, Surabaya, menjadi sorotan. Proyek dengan pagu anggaran Rp583.365.978 tersebut tercatat dalam data Inaproc dan dikerjakan oleh CV Pratama Jaya Abadi berdasarkan nomor kontrak 000.3.3/029/05.2.01.0012epc 436.7.3./2026.

Sorotan muncul setelah metode pengeringan galian atau dewatering dipertanyakan. Berdasarkan keterangan Dani selaku pengawas, dirinya mengaku telah meminta pelaksanaan dewatering, tetapi permintaan tersebut tidak diberikan.

banner 325x300

“Saya sudah minta, tapi tidak dikasih,” jelas Dani saat ditanya mengenai dewatering.

Di lokasi pekerjaan, pemasangan U-Ditch terlihat berlangsung tanpa adanya kisdam atau tanggul sementara yang berfungsi menahan air agar area galian tetap terkendali. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai ketepatan metode kerja yang diterapkan, terutama untuk memastikan posisi dan elevasi beton pracetak sesuai dengan gambar kerja serta spesifikasi teknis.

Dani juga menjelaskan bahwa pemasangan U-Ditch tidak dapat dilakukan secara presisi dalam kondisi tersebut. Keterangan pengawas ini perlu menjadi perhatian pihak pelaksana dan instansi penanggung jawab untuk memastikan penyebab kendala teknis serta langkah perbaikannya.

Dewatering dan Kisdam Perlu Diperjelas

Dalam pekerjaan drainase, pengendalian air pada area galian merupakan bagian penting yang perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan dan metode kerja yang disetujui.

Apabila air tidak dikendalikan secara memadai, pekerjaan pemasangan berpotensi mengalami kendala dalam penyiapan dasar, pengaturan elevasi, dan penyelarasan antarelemen U-Ditch.

Kisdam dengan sandbag dapat digunakan untuk membantu membatasi aliran air sesuai kondisi lokasi. Sementara itu, dewatering dilakukan untuk mengeluarkan air dari area kerja apabila diperlukan. Penerapan kedua metode tersebut harus mengikuti kebutuhan teknis dan ketentuan dalam dokumen kontrak.

Spesifikasi pekerjaan proyek ini juga mencakup penggalian dan pengangkutan tanah, pengurugan sirtu, pemadatan, pengurugan kembali, pemasangan U-Ditch beserta penutupnya, rabat beton mutu Fc’ 30 MPa, serta pemasangan pipa air berlapis polietilena.

Seluruh tahapan tersebut harus dilaksanakan sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis, dan metode pelaksanaan yang telah ditetapkan. Dasar pemasangan juga perlu diperiksa agar konstruksi dapat ditempatkan pada elevasi yang direncanakan.

Anggaran Ratusan Juta, Mutu Pekerjaan Harus Dipertanggungjawabkan

Dengan pagu anggaran mencapai Rp583 juta, pelaksanaan proyek perlu mendapat pengawasan yang memadai. Kesesuaian metode kerja, mutu material, ketepatan pemasangan, pemadatan, serta penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) harus dipastikan selama pekerjaan berlangsung.

Pemeriksaan langsung diperlukan untuk mengetahui apakah kondisi galian, dasar pemasangan, posisi sambungan, dan elevasi U-Ditch telah memenuhi persyaratan teknis. Dokumentasi lapangan dan hasil pemeriksaan pengawas juga penting untuk menilai apakah kendala yang terjadi telah ditangani sesuai prosedur.

Hingga informasi ini disusun, keterangan mengenai permintaan dewatering yang disebut tidak diberikan masih perlu dikonfirmasi kepada pihak kontraktor dan instansi penanggung jawab. Belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa kondisi tersebut merupakan pelanggaran kontrak sebelum dokumen teknis dan pelaksanaan di lapangan diperiksa.

Pihak CV Pratama Jaya Abadi perlu memberikan penjelasan mengenai alasan dewatering tidak dilaksanakan atau tidak disediakan, pihak yang bertanggung jawab atas keputusan tersebut, serta langkah yang ditempuh untuk memastikan pemasangan U-Ditch tetap sesuai spesifikasi.

Instansi penanggung jawab juga perlu menjelaskan bagaimana pengawasan dilakukan, apakah metode pelaksanaan telah disetujui, dan bagaimana mutu konstruksi dijamin apabila pemasangan berlangsung dalam kondisi yang menyulitkan penempatan U-Ditch secara presisi.

Klarifikasi dari seluruh pihak diperlukan agar penggunaan anggaran publik dapat dipertanggungjawabkan dan hasil pembangunan drainase benar-benar memenuhi persyaratan teknis, bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan secara fisik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page