banner 728x250

Proyek Pokmas Genteng Bersinar Tinggalkan Duka: Plesteran Semen Pembangunan u-ditch Ketandan Bong Hancur Jadi Debu

Proyek Pokmas Genteng Bersinar Tinggalkan Duka Plesteran Semen Ketandan Bong Hancur Jadi Debu
Proyek Pokmas Genteng Bersinar Tinggalkan Duka Plesteran Semen Ketandan Bong Hancur Jadi Debu
banner 120x600

SURABAYA – Belum lama berselang pasca serah terima (STT), proyek pembangunan fisik yang digawangi oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) Genteng Bersinar di kawasan Ketandan Bong kini justru tinggalkan duka. Pembangunan u-ditch (saluran air) yang dibarengi dengan pengerjaan rabatan plesteran jalan alih-alih membawa berkah, justru menyisakan ancaman kesehatan bagi warga sekitar.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi kejadian, tepatnya di Jl. Ketandan Bong, RT 003/RW004, Genteng, Surabaya, kondisi permukaan jalan hasil pengerjaan tersebut tampak sangat memprihatinkan. Lapisan plesteran semen yang seharusnya kokoh dan mengikat kuat, kini telah hancur lebur dan terkelupas.

banner 325x300

“Permukaan jalan pemukiman padat tersebut kini tertutup oleh lapisan debu pasir putih yang sangat tebal akibat material semen yang gagal memadat dengan sempurna,” ucap warga yang namanya enggan disebut ke harianradar, Rabu (14/10).

Hancurnya infrastruktur dalam waktu singkat ini diduga kuat akibat buruknya kualitas campuran material (kurang semen) serta minimnya pengawasan teknis tenaga operasional selama proses pengerjaan karena pemilik kontrak dengan kelurahan Genteng tidak hadir.

“Akibatnya, setiap kali warga melintas, kepulan debu semen langsung berhamburan ke udara dan masuk ke dalam rumah-rumah warga yang posisinya saling berhimpitan,” ujarnya.

Kondisi ini mulai memicu dampak kesehatan yang nyata di lingkungan RT 003. Sejumlah warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, dilaporkan mulai mengalami gangguan pernapasan, batuk-batuk, hingga sesak napas akibat terus-menerus menghirup debu sisa proyek. Yang paling memprihatinkan, beberapa balita di Ketandan Bong kini terpaksa harus dikurung di dalam rumah dengan pintu tertutup rapat demi menghindari paparan debu semen yang beterbangan setiap hari.

“Warga mengeluhkan mata mereka yang sering perih dan lingkungan rumah yang menjadi cepat kotor meskipun sudah berulang kali disapu,” imbuhnya.

Masyarakat merasa sangat dirugikan atas hasil kerja Pokmas Genteng Bersinar yang terkesan asal-asalan dan mengejar formalitas penyelesaian semata tanpa memedulikan asas daya tahan (durabilitas) bangunan maupun keselamatan warga. Dana publik yang dikucurkan untuk memajukan kampung justru berujung pada penderitaan masyarakat.

“Warga kini mendesak pihak-pihak terkait mulai dari tingkat Kelurahan, Kecamatan, hingga Inspektorat Kota Surabaya untuk segera turun tangan mengaudit proyek ini, memeriksa fisik bangunan, dan meminta pertanggungjawaban penuh serta perbaikan ulang dari pihak Pokmas sebelum korban kesehatan semakin bertambah,” ungkapnya.

Slogan “Genteng Bersinar” yang diusung oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) setempat kini terasa ironis bagi warga Ketandan Bong. Pasca Serah Terima Terima (STT), hasil pembangunan fisik berupa rabatan plesteran semen dan pemasangan u-ditch justru memperlihatkan mutu yang sangat rendah. Lapisan semen yang seharusnya kokoh menutup permukaan jalan kini telah remuk, terkelupas, dan hancur menjadi butiran debu halus yang beterbangan setiap kali tertiup angin atau dilewati warga.

Kondisi jalan gang yang berdebu parah ini memicu keluhan mendalam dari masyarakat. Alih-alih menikmati fasilitas publik yang mulus, warga kini harus berhadapan dengan risiko gangguan pernapasan dan lingkungan pemukiman yang kotor. Puing-puing material yang tampak berserakan di tepi gang semakin menegaskan buruknya penyelesaian akhir (finishing) dari proyek tersebut.

“Warga merasa dirugikan dan mempertanyakan transparansi serta pengawasan kualitas pengerjaan proyek yang didanai oleh uang rakyat ini, sebab infrastruktur yang baru seumur jagung sudah hancur total dan meninggalkan duka estetika sekaligus ancaman kesehatan di kampung mereka,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi Kelurahan Genteng maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi demi asas keberimbangan informasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page