Mutu Pekerjaan Dipertanyakan, Proyek U-Ditch Sidodadi IV Sembunyikan Detail Nilai Kontrak Diduga Tabrak Asas Transparansi

Pokmas Sidodadi Kokoh Pembangunan saluran U-Ditch ukuran 80/100 dengan cover gandar 10 ton di Jalan Sidodadi IV RW 04, Kelurahan Sidodadi Surabaya
Pokmas Sidodadi Kokoh Pembangunan saluran U-Ditch ukuran 80/100 dengan cover gandar 10 ton di Jalan Sidodadi IV RW 04, Kelurahan Sidodadi Surabaya

Surabaya – Pekerjaan pembangunan saluran U-Ditch ukuran 80/100 dengan cover gandar 10 ton di Jalan Sidodadi IV RW 04, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, Surabaya, menuai sorotan tajam. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu malam hingga Kamis dini hari (22–23/7/2026), proses pemasangan saluran tetap dipaksakan berjalan kendati dasar galian masih dipenuhi genangan air tanpa adanya upaya pengeringan (dewatering).

Proyek yang merupakan bagian dari Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan itu bersumber dari APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2026 (Dana Kelurahan) dan dikerjakan oleh Pokmas “Sidodadi Kokoh” dengan metode Swakelola Tipe IV. Namun diduga papan informasi proyek yang terpasang di lokasi tidak mencantumkan nilai anggaran, volume pekerjaan, maupun jadwal pelaksanaan, sehingga masyarakat tidak dapat mengetahui besaran anggaran dan target penyelesaian pekerjaan.

Di lokasi proyek, sejumlah pekerja mengaku kepada harianradar.com bahwa mereka berasal dari Kabupaten Bojonegoro. Di sisi lain, Ketua Pokmas, Iqbal, menegaskan bahwa proses pengeringan lahan menggunakan metode dewatering. Faktanya, hasil pantauan di lapangan berbanding terbalik. Tidak ada aktivitas maupun alat dewatering yang tampak saat pemasangan U-Ditch, dan dasar galian pun masih tergenang air.

Tak hanya itu, alat berat excavator digunakan untuk membantu proses pemasangan U-Ditch. Sejumlah pekerja terlihat berada di dalam galian yang masih berisi air untuk mengatur posisi beton pracetak.

Papan nama Pembangunan saluran U-Ditch ukuran 80/100 dengan cover gandar 10 ton di Jalan Sidodadi IV RW 04, Kelurahan Sidodadi Surabaya
Pembangunan saluran U-Ditch ukuran 80/100 dengan cover gandar 10 ton di Jalan Sidodadi IV RW 04, Kelurahan Sidodadi Surabaya

“Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian metode pelaksanaan dengan spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi,” kata seorang aktivis sosial lingkungan yang tidak mau di sebut nama ke harianradar Jumat (24/07/2026).

Walaupun mandor atau pelaksana lapangan yang disebut bernama Kastur tampak mengawasi jalannya pekerjaan. Material hasil galian juga terlihat menumpuk di sepanjang sisi jalan sehingga mempersempit akses lalu lintas.

“Aktivitas pekerjaan yang berlangsung hingga larut malam dinilai memerlukan pengawasan lebih ketat agar aspek keselamatan pekerja dan pengguna jalan tetap terjaga,” ucapnya.

Sejumlah warga berharap pihak pelaksana, pengawas, dan instansi terkait melakukan pengawasan secara maksimal terhadap kualitas pekerjaan. Mereka juga meminta adanya keterbukaan informasi terkait nilai anggaran, jadwal pelaksanaan, serta metode teknis yang digunakan agar proyek yang dibiayai dari APBD dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

Hingga berita ini ditulis, pekerjaan masih berlangsung. harianradar.com masih berupaya memperoleh penjelasan lebih lanjut dari pihak Kelurahan Sidodadi dan instansi terkait mengenai tidak dicantumkannya nilai anggaran pada papan proyek serta pelaksanaan pemasangan U-Ditch saat kondisi galian masih tergenang air.

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *