Proyek Dakel di Kedurus 2A Diduga Tak Sesuai Spek, Kanstin Dipasang Langsung di Tanah Asli

Foto: Pekerja memasang kanstin di lokasi proyek Dakel Kedurus 2A, RW 2, depan SDN Kedurus 1, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya. Tampak pemasangan dilakukan langsung di atas tanah tanpa lapisan pasir urug.
Foto: Pekerja memasang kanstin di lokasi proyek Dakel Kedurus 2A, RW 2, depan SDN Kedurus 1, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya. Tampak pemasangan dilakukan langsung di atas tanah tanpa lapisan pasir urug.

Surabaya – Pekerjaan proyek pembangunan jalan lingkungan (Dakel) di wilayah Kedurus 2A, RW 2, depan SDN Kedurus 1, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Kota Surabaya, menuai sorotan publik. Berdasarkan hasil pantauan awak media harianradar, proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (spek) dan pelaksanaannya terkesan asal-asalan.

Dari hasil pemantauan langsung di lokasi, tampak para pekerja melakukan pemasangan kanstin langsung di atas tanah asli, tanpa adanya lapisan pasir urug atau pondasi dasar sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan daya dukung struktur lemah, sehingga dalam waktu dekat kanstin rawan miring dan ambles.

Selain itu, area pekerjaan terlihat berdebu dan tidak dilakukan penyiraman atau pemadatan tanah dasar (subgrade) sebelum pemasangan dilakukan. Padahal, tahap pemadatan merupakan bagian penting untuk memastikan ketahanan struktur jalan dalam jangka panjang.

Consultan Pengawasan Dan Pengawas Dinas Diduga Lemah Lebih lanjut, dari hasil pengamatan di lapangan, tidak terlihat adanya pengawas dari Dinas PU maupun konsultan pengawas proyek. Pekerja juga tampak tidak menggunakan alat bantu teknis seperti benang ukur, waterpass, atau patok kontrol untuk mengatur elevasi dan kelurusan pasangan kanstin.

Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa pelaksana dan konsultan pengawas proyek tidak memahami secara menyeluruh aspek teknis pekerjaan infrastruktur jalan lingkungan. Bahkan, pengawasan mutu pekerjaan terindikasi lemah karena membiarkan metode kerja yang tidak sesuai standar kontrak.

Sejumlah warga sekitar turut menyayangkan lemahnya kontrol dari pihak terkait. Mereka menilai, pekerjaan seharusnya dilakukan dengan memperhatikan mutu dan ketahanan struktur, bukan sekadar mengejar target penyelesaian waktu.

Kontrol Sosial Minta Evaluasi dan Tindakan Tegas Menanggapi hal tersebut, Arif, salah satu pemerhati pembangunan dan kontrol sosial di wilayah Surabaya Barat, menegaskan bahwa pihak pelaksana harus segera dikoreksi sebelum proyek dilanjutkan lebih jauh.

“Kalau tidak ada pemberhentian sementara untuk evaluasi teknis, saya khawatir kanstin bisa miring, paving amblas, dan jalan cepat rusak. Ini bisa jadi pemborosan anggaran, karena umur teknis jalan tidak akan sesuai rencana,” ujar Arif kepada awak media, Sabtu (11/10/2025).

Ia juga menambahkan, apabila kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin proyek tersebut akan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena hasil pekerjaan tidak memenuhi spesifikasi kontrak dan standar konstruksi yang berlaku.

“Harapan untuk PPK Kelurahan Kedurus Dengan adanya dugaan ketidaksesuaian spek tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kelurahan Kedurus diharapkan segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pekerjaan yang tengah berjalan,” imbuhnya.

PPK memiliki kewenangan untuk menegur pelaksana maupun konsultan pengawas jika ditemukan indikasi pelanggaran teknis dalam proyek.

“Kami berharap PPK dan pihak kelurahan tidak menutup mata terhadap kualitas pekerjaan di lapangan, karena proyek dakel ini menggunakan anggaran pemerintah yang bersumber dari uang rakyat,” tambah Arif.

Perlu Transparansi dan Perbaikan
Proyek jalan lingkungan seharusnya menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas warga. Namun, jika pelaksanaan di lapangan tidak sesuai standar, manfaatnya tidak akan dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

“Publik pun berharap agar pihak berwenang segera melakukan pengecekan ulang dan memastikan pekerjaan tersebut sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Transparansi, pengawasan ketat, dan tanggung jawab profesional sangat dibutuhkan agar pembangunan benar-benar berkualitas dan bermanfaat untuk warga,” ungkapnya.

Reporter : Somad

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *