Gerakan “Jatim Baik-Baik Saja” Menggema di Media Sosial, Warga Apresiasi Kinerja Sang Gubernur Khofifah

Surabaya – Dukungan masyarakat Jawa Timur terhadap kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa terus mengalir. Melalui media sosial, warganet ramai-ramai melontarkan apresiasi lewat gerakan “Jatim Baik-Baik Saja”, yang menjadi simbol kepercayaan publik bahwa kondisi Jawa Timur aman, stabil, dan penuh capaian positif.

Sejumlah komentar warganet menegaskan, kinerja Khofifah terbukti nyata dan dirasakan langsung manfaatnya. Mulai dari transportasi publik Trans Jatim yang semakin memperluas jangkauan, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, hingga peningkatan sektor pangan dan energi melalui misi dagang.

“Ibu Khofifah sudah terbukti bekerja keras untuk Jawa Timur. Mari kita dukung beliau, bukan malah melemahkan potensi besar Jatim dengan isu-isu yang tidak produktif,” tulis salah satu akun di media sosial.

Masyarakat juga menilai ajakan demo yang disuarakan oleh akun berinisial CS sebagai hal yang tidak relevan dengan kondisi saat ini. Pasalnya, aksi itu justru berpotensi mengganggu warga yang sedang fokus mencari nafkah.

“Apalagi dilakukan di hari efektif. Masyarakat tidak suka aktivitasnya terganggu akibat demo demi kepentingan orang tertentu,” tulis seorang warganet lain.
Seruan demo tersebut bahkan disebut sebagai aktivitas “unfaedah”, yang tak sejalan dengan produktivitas warga Jawa Timur.

Capaian Jawa Timur dalam dua tahun terakhir juga menjadi bukti nyata keberhasilan kepemimpinan Khofifah. Data BPS mencatat peningkatan signifikan pada produksi daging unggas ayam petelur sebesar 768.232 kilogram dalam periode 2023–2024. Kenaikan juga terjadi pada produksi daging itik dan ayam buras (ayam kampung).

Di bidang transportasi, Trans Jatim hadir sebagai transportasi massal modern dengan tarif terjangkau yang makin diminati masyarakat, sehingga membantu mobilitas warga di kawasan metropolitan Gerbangkertosusila.

Senator asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, turut menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah wujud nyata kepemimpinan Khofifah.
“Banyak sekali kabar menggembirakan di Jawa Timur. Kalau kita sebut Ibu Khofifah memiliki kekuatan positive vibes, itu asli no debat,” ujar Ning Lia.

“Sekarang ini kita hidup di era yang patut disyukuri. Apalagi masih dalam momentum kemerdekaan Indonesia. Surabaya adalah tonggak perjuangan dengan peristiwa heroik 10 November. Jadi, sudahlah, jangan ada aksi-aksi yang mengusik. Jatim baik-baik saja, mari kita syukuri dengan hidup bahagia dan produktif,” tambah komentar lainnya.

Pernyataan Ning Lia sejalan dengan suara mayoritas netizen. Di kolom komentar unggahan akun TikTok inisial CS yang menyerukan aksi 3 September, mayoritas warga justru memberikan respons negatif.
“Jatim baik-baik saja, cuman ‘CS’ yang tidak baik-baik saja (emoji ketawa).”
Netizen lain, Arifin Tohari, menambahkan sindiran: “S nyaleg dak jadi, sekarang membuat ulah.”

Suara publik ini mempertegas bahwa masyarakat Jawa Timur lebih memilih mendukung stabilitas, produktivitas, dan kerja nyata Gubernur Khofifah, dibanding terjebak dalam aksi-aksi yang dianggap tidak bermanfaat.

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *