Surabaya, – Polisi mengembalikan 6 ABG anggota gangster ‘Pasukan Angin Malam’ di Surabaya yang kedapatan hendak tawuran dengan membawa senjata tajam. Saat dikembalikan kerumahnya, mereka diminta meminta maaf pada orang tua masing-masing.
Pantauan media di wilayah, Jalan Wonokusumo Surabaya, Jumat (28/6/2024), enam remaja anggota gangster tersebut sesampai didepan rumah. Salah satunya anggota gangster terlihat disiram air yang di campur bungga saat meminta maaf kepada ibunya.
Seperti yang diketahui satu remaja memakai jaket warna biru dan celana jeans pendek itu langsung bersimpuh di kaki ibunya. Dia sembari duduk dan pasrah atas mereka perbuat.
“Sepuranah (minta maaf),” kata remaja tersebut.
Permintaan maaf sang anak disambut oleh ibunya. Dia menyiramkan air dan bunga sambil mengatakan agar tidak mengulangi perbuatannya.
Kapolsek Simokerto Surabaya Kompol Muhamad Irfan turut menasihati enam remaja tersebut agar berubah menjadi lebih baik lagi.
“Kami meminta 6 remaja tersebut mencari kegiatan positif lainnya. Jadi bisa menjadi anak yang membanggakan orang tua,” ungkap Kompol Irfan.
Irfan mengatakan cari kegiatan-kegiatan yang positif, yang bermanfaat bagi orang tua dan diri kita. Jadilah anak yang membanggakan orang tua kita. Sudah dibubarkan (pasukan angin malam), siapkan diri kalian untuk masa depan yang lebih baik.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah 6 remaja anggota geng Pasukan Angin Malam, ditangkap tim respons cepat tindak patroli perintis presisi Sat Samapta Polrestabes Surabaya pada Kamis, sekira pukul (27/6/2024) sekira pukul 03.00 Wib.
Polisi mengamankan dua buah sajam celurit sedang, satu buah gergaji sedang, satu parang, satu unit handphone, dan tiga unit sepeda motor.
Enam remaja tersebut diamankan saat polisi sedang menggelar patroli medsos di wilayah Jalan Sidotopo Dipo Surabaya.
Kemudian 6 remaja tersebut dibawa ke Mapolsek Simokerto Surabaya, dan dilakukan pemeriksaan oleh penyidik reskrim selama 24 jam dan Enam pelaku saat dikembalikan kepada orang tua nya karena dari hasil pemeriksaan tidak cukup bukti membawa dan memiliki sajam yang diamankan
“Kami mengembalikan mereka semuanya anak-anak. Karena dari 6 orang yang ada tersebut, seluruhnya masih di bawah umur dan tidak cukup bukti kepemilikan dan membawa sajam Sehingga kami kembalikan kepada orang tuanya untuk dilakukan pembinaan. Sebagian besar dari mereka juga masih sekolah,” pungkasnya.





