Talkshow Kocak Ustaz Wijayanto di SAIM

Acara talkshow Wijayanto di Tabligh Akbar SAIM Surabaya, Jumat (8/3) sore
Acara talkshow Wijayanto di Tabligh Akbar SAIM Surabaya, Jumat (8/3) sore

 

 

SURABAYA – Menjelang Ramadan, Dai kondang Drs. H. Wijayanto, MA, menyapa warga Surabaya lewatย  acaraย  Tabligh Akbar yang berlangsung di halaman Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) Jl. Medokan Semampir, Jumat (8/2/2024) sore.

 

Ustaz yang satu ini piawai dalam melontarkan joke-joke kocak dan cerdas. Menariknya,ย  joke itu tidak sekadar humor biasa, tetapi selalu kontekstual dengan tauziyah yang disampaikan.

 

Baru membuka talkshow, Wijayanto sudah mengeluarkan kelakar pancingan. โ€œBapak-bapak dan Mas-mas, saya berpesan, jangan menikah dengan wanita yang berkacamata. Mengapa? Karena menurut teori psikologi, orang berkacamata itu bukan orang setia,โ€ katanya.

 

Kontan ucapan itu bikin penasaran para undangan yang terdiri dari wali murid dan siswa SD hingga SMA itu.

 

Sejurus kemudian penceramah alumnus Universitas Islam Internasional Islamabad itu membeberkan argumentasinya. โ€œWanita berkaca mata itu kalau bangun pagi yang dicari pertama bukan suaminya, tetapi kacamatanya. Kalaupun kacamatanya sudah ketemu yang dicari juga bukan suaminya lagi, tetapi hapenya,โ€ ujarnya disambut tawa jemaah.

 

Pada bagian lain Ustaz Wijayanto menyampaikan pesan penting, tetapi tetapย  dibalut humor. Menurutnya, setiap muslim dalam menjalankan ibadah hendaknya senantiasa menggunakan ilmu dan amal. Kemudian dicontohkan, ada kejadian seorang bocah bertanya kepada mamanya tentang hukum puasa. Terjadilah dialog sebagai berikut.

 

โ€œMa, mengeluarkan airmata itu mbatalin puasa, enggak?โ€œ tanya si anak.

โ€œYa enggak lah, sayang,โ€ jawab Mama dengan pede, karena dia merasa telah paham ilmu fiqih.

Band akustik SMA SAIM ramaikan acara.
Band akustik SMA SAIM ramaikan acara.

Tetapi si ibunda itu kemudian kepo.

โ€œMemangnya kenapa kamu mengeluarkan airmata?โ€ tanyanya balik.

 

โ€œIya, ceritanya tadi aku makan nasi goreng, lalu kepedesan. Jadinya nangis,โ€ jawab anak itu enteng saja.

 

โ€œHuss, kalau itu batal puasanya,โ€ sergah Mama.

 

Meski banyak humor, Dai asal Surakarta ini tetap banyak mengutarakan ajaran serius. Di antaranya, saat sesi tanya jawab ada siswa bertanya: apa peran dan kewajiban kami sebagai generasi Z terhadap Al-Qurโ€™an?

 

โ€œKewajiban muslim terhadap Al-Qurโ€™an itu ada lima. Pertama, membaca. Kedua, memahami. Membaca saja akan mendapat pahala, tetapi kalau memahami Al-Qurโ€™an akan mendapat hidayah,โ€ jawabnya.

 

Sedangkan kewajiban ketiga adalah menghafalkan, dan keempat meyakini dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

โ€œTambah satu lagi yang derajatnya paling tinggi. Yaitu menyebarluaskan Al-Qurโ€™an,ย  mengajarkannya kepada orang lain,โ€ katanya.

 

Pada talkshow tersebut juga tampil Ustaz Dr. M. Sulthon Amien, MM. Dalam paparannya, Ketua Dewan Pembina Yayasan SAIM itu menyoroti pentingnya melakukan sedekah, terutama di bulan Ramadan, dengan cara memberi contoh konkret.

 

Dikisahkan, ada seorang tukang becak yang mendapat saran dari seorang penumpang yang kaya. Penumpang itu berkata: โ€œBapak mau kaya? Kalau mau lakukan dua hal ini. Salat Subuh berjamaah dan bersedekah.โ€

 

Tukang becak tersebut kemudian mengikuti nasihat tersebut. Rutin dilakukan istikamah setiap hari. Terbukti kemudian rezekinya membaik.

 

โ€œSemakin ditambah nominal sedekahnya, semakin meningkat omzetnya dalam berbisnis sosis. Sekarang dia sudah menjadi milyander dengan memiliki banyak cabang di Madura sana,โ€ kata Ust Sulthon.

 

Agar antara ilmu dan amal benar-benar bergandengan dan mewujud, maka SAIM sore itu meluncurkan program Berkah Pendidikan. Setiap siswa mendapatkan satu kaleng (celengan) untuk menabung. Selama bulan Ramadan tugas siswa, dibantu walimurid tentunya, memasukkan uang setiap hari ke kaleng Si Kaum tersebut. Setelah itu disetor ke panitia, untuk dimanfaatkan sebagai dana sosial.

 

โ€œKami bekerja dengan Yayasan Seribu Senyum. Hasil infak itu nanti akan digunakan untuk membantu memperbaiki sarana sekolah yang rusak di Kota Surabaya. Insyaallah berkah dan manfaat,โ€ kata Aziz Badiansyah, M.MPd, Direktur SAIM, saat memberikan sambutan pembuka. (ono)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *