Lamongan – Kepolisian Resor Polres Lamongan yang dikomandoi Kabag Ops Kompol Aryanto Agus melakukan pengamanan aksi ujuk rasa ratusan mahasiswa Universitas Islam Lamongan (Unisla) di kampus jalan Veteran Kecamatan Kota Lamongan, pada Rabu (17/5).
Perwira polisi dengan satu melati di pundaknya Kompol Aryanto Agus mengatakan, aksi tersebut dilakukan karena adanya dualisme kepemimpinan yang terjadi di kampus Unisla Lamongan.
“Mereka menuntut agar seluruh pihak terkait yakni pejabat internal kampus berbenah dan memberikan klarifikasi perihal polemik yang belakangan mencuat hingga memunculkan perselisihan di internal kampus,” ungkap Kompol Aryanto.
Selain menolak dualisme, Kompol Aryanto mengungkapkan, mahasiswa juga meminta agar pihak kampus terbuka soal pengembalian dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang sebelumnya berperkara.

“Para mahasiswa kemudian mendesak agar persoalan di internal kampus bisa segera mereda dan mengadakan konferensi luar biasa (KLB) yang diikuti kedua belah pihak dan harus melibatkan mahasiswa,” jelas Kompol Aryanto, kepada wartawan harianradar.com, pada Kamis (25/05/2023).
Dari mahasiswa menginginkan adanya penyelesaian terhadap masalah tersebut, tanpa harus berlarut-larut dalam perebutan kekuasaan.
Lebih jauh Kompol Aryanto, dalam keterangan tertulis aksi kedua dari para mahasiswa ini untuk menindaklanjuti aksi sebelumnya yang dinilai masih belum bisa menjawab keinginan mahasiswa, dimana kedua belah pihak menolak ajakan audiensi dalam satu forum bersama mahasiswa.
Tak hanya itu, konflik internal juga disebut berdampak pada proses pembayaran administrasi mahasiswa, dimana masing-masing pihak mengeluarkan edaran pembayaran administrasi dengan no rekening yang berbeda.

Ada 2 edaran perihal pembayaran administrasi mahasiswa, setiap edaran terdapat nomor rekening yang berbeda pula,” bunyi keterangan tertulis BEM Unisla. Usai menyampaikan tuntutan di depan kedua belah pihak, massa aksi kemudian meminta persetujuan digelarnya KLB berserta poin-poin tuntutan seperti soal intervensi dan intimidasi kepada mahasiswa dan beberapa poin lainya.
Selanjutnya massa aksi bergeser dengan memasang sepanduk bentuk protes ke pimpinan kampus di sejumlah titik di area kampus Unisla.
Dalam pengamanan aksi ujuk rasa mahasiswa Unisla yang tolak dualisme kepemimpinan tersebut berjalan aman serta kondusif.





