Bangkalan – Beberapa waktu lalu, wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan berkuku genap atau belah seperti kerbau, sapi, dan kambing menggegerkan masyarakat. Bahkan, hingga kini wabah tersebut belum sepenuhnya usai.
Saat ini warga Desa Bangpendah, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, kembali dikhawatirkan adanya penyakit baru yang mengancam hewan ternaknya yang sedang terkena penyakit benjolan pada kulit sapi, yang mana kerusakan kulit yang ditunjukkan dengan banyaknya benjolan.
Abdul Gupfur selaku petugas paramedis Kecamatan, memberikan penjelasan bahwa penyakit ini masuk kategori Lumpy Skin Disease (LSD) itu disebabkan oleh virus sama halnya dengan penyakit yang pernah dialami sebelumnya (PMK). “Penyakit LSD ini sudah mulai menyebar mulai bulan puasa kemaren, namun untuk tingkat kematiannya hanyalah 5%,” ucap Gupfur, Minggu (21/05/2023).
Menurutnya, Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) ini sudah menyebar dan hampir semua Kecamatan di Kabupaten Bangkalan sudah ada yang terkena penyakit tersebut. “Alhamdulillah mas dengan melakukan penanganan yang tepat dan tidak fatal (Belum ada yang meninggal),” katanya kepada awakmedia Harianradar.com
Lebih lanjut, dia mengimbau para peternak dan pedagang untuk tidak terlalu mencemaskan penyakit LSD. “Kami berpesan pada para peternak untuk selalu menjaga kebersihan kandang agar hewan ternak mudah terinfeksi LSD,” pungkasnya.
Reporter : Ibad
Redaktur : Jamaluddin





