Surabaya – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jatim mengadakan lomba video got buntu/banjir dalam rangka ikut serta memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-730.
Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo menjelaskan maksud dan tujuan mengadakan lomba tersebut bahwa penyebab banjir adalah saluran air atau got buntu dan ini harus ditindaklanjuti secara komprehensif, jangan dibawa ke ranah politik identitas yang negatif.
“Juga untuk memberikan gambaran jelas bagaimana menghadapi permasalahan saluran air atau got buntu di wilayah Surabaya,” ujar Heru, panggilan karibnya, wartawan, Jumat (5/5/2023).
Pihaknya kata Heru berharap lomba video got buntu/banjir ini dapat menumbuhkan semangat gotong royong untuk membersihkan got buntu di wilayah masing-masing dan menjadi skala prioritas penanganan utama.
“Karena kalau dibiarkan, tidak menutup kemungkinan Surabaya akan menjadi seperti Jakarta terkait banjir,” tuturnya mengingatkan.
Menurutnya, menempatkan got buntu atau banjir menjadi isu utama atau prioritas utama dalam peringatan HJKS ke-730 ini supaya Pemkot Surabaya lebih aktif mengurai masalah got buntu atau banjir di atas segala-galanya.
Salah satu caranya papar Heru yakni dengan memberikan prioritas anggaran yang mengedepankan anggaran swakelola penanganan got buntu atau banjir dalam konstruksi APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Surabaya.
“MAKI Jatim mengunggah kesadaran Pimpinan Kota Surabaya dan kBalasa Arek atau Warga Surabaya untuk bergotong royong menangani got buntu atau banjir. Hadiah khusus dari MAKI Jatim untuk Walikota dan warga Surabaya,” pungkasnya.





