“Rakerda Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting merupakan kegiatan yang sangat penting dan sangat mendukung tercapainya visi dan misi Pemprov Jatim,” tegasnya.
Visi Pemprov Jatim, sambung Benny adalah terwujudnya masyarakat Jatim yang adil, sejahtera, unggul dan berakhlak dengan tata kelola pemerintahan yang partisipatoris, inklusif melalui kerja bersama dan semangat gotong royong.
Sedangkan untuk misinya adalah terciptanya kesejahteraan yang berkeadilan sosial, pemenuhan kebutuhan dasar terutama kesehatan dan pendidikan, penyediaan lapangan kerja dengan memperhatikan kelompok rentan.
“Stunting adalah bom waktu yang jika kita biarkan maka akan lahir generasi yang tidak mampu bersaing baik secara fisik, mental, intelegensi, maupun sosial. Oleh sebab itu mari kita sama-sama bekerja dengan peran dan fungsi masing-masing agar amanat Pak Presiden dapat kita laksanakan yaitu 14 persen stunting di tahun 2024 mendatang,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Utama BKKBN RI, Drs. Tavip Agus Rayanto, M.Si menjelaskan Rakerda ini outputnya adalah program kerja di wilayah Provinsi Jatim, dengan kebijakan lokal Jatim diharapkan bisa menurunkan angka stunting.
“Di Tahun 2022 ini sudah bagus, dari angka 23,5 persen tahun 2021 menjadi 19,2 persen. Ini luar biasa karena jumlah penduduknya banyak dan luas daerah besar. Jawa timur menjadi strategic untuk menjadi provinsi prioritas karena kontribusi terhadap capaian nasional sangat besar,” paparnya.





