“Trisakti Bung Karno mengajarkan pada kita untuk bisa mandiri secara ekonomi dan berkepribadian dengan nilai-nilai budaya kita. Nah, di arena balap kuda ini kita beruapaya membumikan nilai-nilai tersebut,” ujarnya
Mahfud juga menjelaskan, selain para peserta dan penonton balap kuda, arena di sekiatar balapan juga dipenuhi oleh masyarakat yang berjualan bermacam makanan tradisional Madura, seperti rujak, pisang goreng, nasi sate, dan lainnya.
Karena itu, Mahfud yakin, gelaran balap kuda itu, selain membangkitkan gairah pada pelestarian budaya, juga mampu menggerakan roda ekonomi masyarakat.
“Kita berharap dan yakin, gelaran balap kuda ini juga dapat menggerakan perekonomian masyarakat sekitar. Di arena balapan ini, kita akan mengatahui jenis makanan yang dibuat dari hasil pertanian masyarakat Madura,” terangnya.
“Balapan ini juga jadi cara dan strategi PDI Perjuangan untuk hadir di tengah masyarakat; untuk merayakan hari ulang tahunnya bersama mereka yang telah memberikan mandatnya pada PDI Perjuangan untuk menjadi partai pemenang,” tandasnya