Bangkalan – Demi terjaganya ukhuwah islamiyah yang kuat, para alumni santri Pondok Pesantren Darul Hikmah, Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, gelar acara rutinan dzikir bersama dan tausiyah tiap bulan, para iksandhi coms Tanah Merah-Galis, bersama pengasuh Ponpes Darul Hikmah.
Acara rutinan Bulanan alumni pondok pesantren Darul Hikmah saat ini bertempatan di Kediaman Jumali selaku Ketua Coms. Iksandhi Tanah Merah-Galis, di Desa Blumbeng, Kecamatan Burneh
Adapun acara tersebut di isi dengan tausiyah dan dzikir bersama di gelar malam minggu pukul 19.00 WIB, sampai selesai
Untuk diketahui, Acara rutinan tiap bulan ini di hadiri langsung oleh Pengasuh Ponpes Darul Hikmah “KH. Bustomi Arisandhi, SH.MH”, dan Lora Bahrul Ulum, para Alumni Coms, Tanah Merah-Galis, para warga sekitar, dan simpatisan
Tak hanya itu, selain dzikir bersama acara ini guna untuk menjaga tali silaturahmi dan ikatan ukhuwah islamiyah para alumni santri dan juga sebagai sarana untuk menebar manfaat serta memperkenalkan Pondok Pesantren Darul Hikmah di berbagai Daerah.
Kiyai Bustomi, menyampaikan dalam tausiyahnya, “Adanya acara rutinan Ini bisa membuat semua Alumni Ponpes Darul Hikmah, bisa bersatu dan menyatu dalam satu tujuan, dengan satu ilmu dan satu naungan Guru atau kiai yang sama, Maka dari itu adanya acara ini sangatlah penting untuk selalu di ingatkan dan yang terpenting Istiqomah untuk menuju suatu tujuan yang sama,” dawuh kiai Bustomi di hadapan tamu undangan
Sedangkan, lanjut Kiai Bustomi menjelaskan, Didalam dunia yang sebentar lagi akan bertemu dangan dunia pemilihan Presiden (Pilpres) dan sejenisnya yang berbau tentang Politik, Nah; disitulah tidak akan ada yang namanya teman atau kawan, melainkan adanya hanyalah lawan yang satu sama lain ingin menjadi yang terdepan
“Maka dari itu yang paling bisa bersatu adalah para alumni – alumni Pondok Pesantren yang memang mereka sudah di didik untuk saling bersatu dan menyatu.” imbuhnya
Masih Kiai Bustomi “Waktu manusia itu dilahirkan itu telanjang, dengan artian tidak mempunyai daya apa-apa, tidak mampu melakukan apa-apa dan tidak mempunyai kekuatan, manusia hanya menerima belas kasihan dari orang tua hingga menjadi dewasa
Kita kerja dapet uang, bisa makan dan bisa membeli segala sesuatu itu tidak lain hanyalah do’a dari orang tua dan Takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT
“Seperti contoh kita dapat uang 100 juta cuma ditengah jalan kenak rampok, maka itu bukan rejeki dan tidak ditakdirkan untuk kita, jadi pada intinya ketika kita berangkat hingga pulang kerja bisa dapat uang itu tidak lain hanyalah belas kasihan dari Allah dan bisa menjadi rejeki yang barokah,” jelas Kiai Bustomi
Alhamdulillah, selesai Acara rutinan bulanan alumni Pondok Pesantren Darul Hikmah dilanjutkan ramah tamah
Reporter : Ibad
Editor : Jamal





