Indeks

Serakalan, Ach Suja’i dan Eva Latifah Gelar Selapanan Alimuddin Syahrirrosuli Anak Ke 4

Bangkalan – Serakalan bagi orang Islam di Madura merupakan tradisi religi yang kuat, terawat dan senantiasa diselenggarakan, sebagai wujud refleksi jiwa masyarakat di Bangkalan Madura Jawa Timur.

Kali ini acara serakalan digelar dalam suasana selapanan (Ananda) Alimuddin Syahrirrosuli yang merupakan anak ke 4 dari pasangan Ach Suja’i dan Eva Latifah di Dsn Banggumuk Desa Tragah Bangkalan Madura, Rabu (04/05/2022) ba’da Magrib.

“Karena dari bayi lahir ke dunia sampai umur bayi ‘selapan‘ yang artinya adalah 35 hari, orang tua dan bayi biasanya mengadakan ritual khusus sesuai tradisi,” kata Sujai yang juga sebagai wartawan di Media Harianradar.com

Tradisi Selapanan merupakan pengingat bahwa sang anak sudah bertambah umur, yang berarti bahwa si anak mengalami suatu perubahan, baik perubahan fisik maupun perubahan batin atau mental.

Ia menjelaskan, Anak yang mendekati hari kelahirannya, mengalami perubahan fisik berupa peningkatan suhu badan, gelisah, dan sering menangis.

Sebelum acara selapanan dilakukan, shohibulhajah mengundang warga dilingkungan rumah (tetangga) sanak saudara dan keluarga untuk bancaan. Bancaan ini dibuat dengan harapan agar bayi nantinya bisa berguna, bermanfaat, dan membahagiakan masyarakat sekitar.

“Dalam bancaan ada menu makanan wajib yang harus ada yaitu nasi putih dan urap yang terdiri dari berbagai sayuran yang diberi bumbu parutan kelapa,” terangnya.

Nantinya nasi putih dan urap ini akan ditempatkan wadah yang disebut pincuk yang terbuat dari daun pisang yang dibentuk seperti mangkok. Sementara itu dalam bancaan menu tambahan yang biasa ditambahkan yaitu telur rebus atau telur. Telur banyak dipilih sebagai menu lauk pelengkap bancaan Selapanan karena dianggap mewakili asal mula kehidupan.

“Upacara selapanan ini sendiri merupakan bentuk rasa syukur atas berkat dan keselamatan yang diberikan oleh (Alloh) Tuhan Yang Maha Esa kepada sang bayi dan juga ibunya. Semoga kelak menjadi anak Sholeh berguna bagi agama, nusa dan bangsa, Kemudian sang bayi akan dicukur rambutnya dan juga dipotong kukunya untuk disimpan bersama dengan tali pusar, yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk tujuan tertentu,” ungkapnya.

Reporter : Jamaludin

Exit mobile version