News, Opini  

40 Hari, Sangat Terasa Kehilangan Sosok Ayah

Surabaya – Sangat terasa tak bersamamu lagi tepat 40 hari ini, Rabu 25 Agustus 2021, Ayah telah meninggal dunia untuk selamanya. Tak menyangka pada hari Sabtu, 17 Juli 2021 lalu, sekira pukul 10.00 WIB, Ayah menghembuskan nafas terakhir, meninggalkan dunia yang fana ini, kembali ke sumber kehidupan, yakni Alloh pencipta Alam Semesta.

Ayah, sampai hari ini, sebenarnya anak-anakmu masih belum siap melepaskanmu begitu saja. Kau masih saja tetap hidup di angan-angan, pikiran, hati dan seluruh gerak-gerik hidup anak-anakmu. Sampai-sampai terkadang meneteskan air mata, karena tak sanggup lagi menerima kenyataan ini.

Ke 3 anak berkata, Kenapa begitu bersedih setelah engkau pergi? Karena apa pun yang dilakukan oleh anak-anakmu selama ini hanya untuk membahagiakan Ayah dan Ibu. “Kami akan berjuang baik dalam pendidikan maupun dalam pekerjaan, sebenarnya hanya untuk membahagiakan Ayah dan Ibu. Ayah merupakan salah satu energi terbesar kami untuk maju. Namun ketika Ayah sudah tiada, kami sempat tak berdaya lagi,” kata 3 anak.

Terus terang anak-anakmu kehilangan sandaran, tempat untuk berbagi cerita manis dan pahitnya hidup. “Kini kami harus menerima kenyataan baru, kami tak perlu lagi pulang ke rumah untuk bercerita tentang keluh kesah kami. Kau telah ada bersama kami kapan pun dan dimana pun kami berada. Semoga Tuhan menguatkan kami untuk memulai sesuatu yang baru ini,” pinta 3 anakmu.

Kini, Ayah telah pulang kepada sang Khalik 40 hari ini. “Senantiasa, Doa kami membumbung bagaikan dupa ke hadiran Alloh maha kuasa agar berkenan menerima Ayah di sisi Alloh. Kami yakin berkat kemurahan dan pengampunan dari Alloh, dosa-dosa ayah akan diampuni,” harap 3 anakmu.

3 anakmu juga sudah mulai merangkak maju, mandiri tanpa kehadiran ayah lagi. “Kami akan berjuang untuk menyelesaikan cita-cita yang pernah kita rencanakan bersama. Memang banyak kisah indah bersama Ayah yang tak mungkin bisa kami lupakan seumur hidup kami, hingga ajal menjemput. Kisah-kisah itu tetap hidup dalam setiap langkah kami,” panjat 3 anakmu.

Setiap waktu selesai Sholat anakmu akan selalu kirimkan doa padamu Ayah, beristirahatlah dalam damai dan semoga engkau di terima di sisi Alloh dan di ampuni dosa-dosamu. “Kami iklas melepaskan kepergianmu dan kami akan kuat menghadapi setiap tantangan kehidupan di dunia ini, Amiin_amiin_miin ya robbal alamin,” doa 3 anakmu.

Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

1. “Bismillāhirraḥmānirraḥīm.”

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

2. “Alḥamdu lillāhi rabbil’ālamīn.”

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

3. “Ar raḥmānir raḥīm.”

Artinya: “Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

4. “Māliki yaumid dīn.”

Artinya: “Pemilik hari pembalasan.”

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

5. “Iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn.”

Artinya: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ

6. “Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm.”

Artinya: “Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

7. “Sirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ ḍāllīn.”

Artinya: “(Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

Opini : Mooch

Iklan Promo
Iklan Promo

Iklan Harian Radar!

Dapatkan penawaran menarik hanya untuk Anda. Jangan lewatkan kesempatan ini!

Hubungi Agen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *