Sidoarjo, Harianradar.com – Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo mengakui bahwa menyoal pelayanan Universal Health Coverage (UHC) yang bisa diakses melalui Puskesmas di seluruh Kabupaten Sidoarjo masih dalam status over kapasitas.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr Syaf Satriawarman seusai sosialisasi program UHC di Fave Hotel Sidoarjo. Ia menyebutkan hingga kini dalam pelayanan yang berada di puskesmas, jika dinilai dari keidealan puskesmas menampung pasien UHC masih over kapasitas.
“Masih over kapasitas dan belum relevan, karena ternyata ada peraturan bahwa setiap warga negara kepesertaan yang di daftarkan di BPJS itu kalau yang baru harus masukkan dulu ke puskesmas, nah itu yang kemarin saya protes,” Ujar dr Syaf Satriawarman. Selasa (15/06/2021).
Lebih lanjut, Kadinkes Sidoarjo mengatakan bahwa perbandingan dokter yang ada di satu puskesmas dengan ideal pasien yang dicovernya masih cukup tinggi. Hal tersebut menjadikan Dinas Kesehatan masih berupaya untuk mencarikan solusi bagi kelebihan kapasitas setiap puskesmas yang ada di Sidoarjo.
“Memasukkan 270rb data pasien UHC dibagi di puskesmas. Perbandingan 1 dokter di puskesmas idealnya berapa. Nah, itu yang kemudian membuat perbandingan itu masih sangat tinggi,” imbuh Kadinkes Sidoarjo.
Seperti yang diketahui sebelumnya, bahwa ideal satu puskesmas dalam mengcover atau melayani pasien adalah 30 ribu orang. Sedangkan, jika dilihat fakta dilapangan, puskesmas yang ada di Sidoarjo masih jauh dari keidealan sebagai pelayan kesehatan karena dinilai masih over kapasitas.
“Mangkanya itu, tadi saya bilang ada 107ribu data UHC yang akan dicabut dan di pindahkan ke klinik-klinik yang tersebat di Sidoarjo. Nah cuman, kliniknya ini harus dipilih. Klinik yang mana yang patut dan sesuai standart,” tambahnya.
Tidak hanya itu, dr Syaf Satriawarman menambahkan jika dalam waktu dekat Dinas Kesehatan akan bersinergi dengan BPJS Kesehatan Sidoarjo untuk menyaring klinik-klinik yang ada di Sidoarjo, sehingga nantinya dapat menjadi rujukan bagi masyarakat untuk berobat menggunakan UHC.
“Nah itu nanti saya berkolaborasi dengan BPJS, kita akan mengukur mutu dari klinik tersebut mana yang baik dan cocok untuk dijadikan rujukan berobat. Klinik itu di sidoarjo ada 103 klinik. Nah itu nanti yang istilahnya akan kita saring. Perkiraan saya sekitar 80 klinik. Nah itu nanti akan kita sebarkan ke 107 ribu peserta yang datanya sudah terlanjur masuk ke puskesmas,” Pungkas dr Syaf. (im/fajar)





